pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Musim Pancaroba, Awas DBD dan Diare

RSUD Daya Juga Rawat Pasien Penyakit Gula dan Jantung

MAKASSAR, BKM–Beberapa pekan ini Wilayah Kota Makassar dan sekitarnya, kembali diguyur hujan usai musim kemarau beberapa bulan terakhir. Berubahnya siklus cuaca ini berpotensi munculnya berbagai jenis penyakit.

Beberapa penyakit yang seringkali muncul di musim pancaroba yakni Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) dan Demam Berdarah Dengue (DBD), termasuk penyakit yang harus diantisipasi diantaranya Broncho Pneumonia (berbagai penyakit yang bisa disebabkan oleh kuman, virus, dan mikroorganisme lain) serta diare. Kedua penyakit ini berpotensi terjadinya wabah.
Seperti di RSUD Labuang Baji, puluhan pasien masih dirawat karena DBD.
Direktur Utama RSUD Labuang Baji, dr Andi Mappatoba mengemukakan, di pergantian musim dari kemarau ke musim hujan, jumlah pasien DBD cenderung mengalami kenaikan.
“Jadi pasien DBD selalu mengalami kenaikan. Dan puncaknya itu biasa pada Januari,” ungkapnya saat dihubungi Senin (11/11).
Namun, kata Mappatoba, karena kondisi seperti itu sudah diantisipasi, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan RSUD Labuang Baji. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), begitu masuk rumah sakit, prosedur yang ada akan langsung dilaksanakan.
Apalagi, lanjut dia, sekarang status RSUD Labuang Baji sebagai rumah sakit rujukan. Pasien yang masuk adalah pasien yang tidak mampu ditangani rumah sakit tipe C. Sementara sekarang, penanganan pasien DBD di rumah sakit tipe C sudah sangat baik.
“Jadi soal kesiapan dan penanganannya, semua bisa tertangani dengan baik,” ungkap Mappatoba.
Selain DBD, penyakit thypoid atau populer disebuti tipes juga cukup banyak ditangani di musim-musim pancaroba seperti saat ini.
“Kalau angkanya, untuk saat ini, pasien DBD maupun tipes belum terlalu banyak,” tambahnya.
Agar terhindari dari penyakit-penyakit tersebut, dr Mappatoba menganjurkan warga untuk senantiasa hidup sehat. Mengonsumsi makanan sehat dan hygienis, menjaga lingkungan sekitar rumah, terutama memberantas semua yang memicu terjadinya kasus demam berdarah.
“Msalnya jangan ada genangan air di rumah. Musnahkan kaleng-kaleng yang berserakan. Amannya bisa ditimbun. Selain itu, genangan air harus dihilangkan. Ventilasi udara berfungsi dengan baik,” tandasnya.
Sementara itu, Kasubag Humas RSUD Daya Makassar, Muhammad Ansar, juga mengatakan, hingga awal November ini, sejumlah penyakit yang dilakukan rawat jalan paling dominan dan paling tinggi yaitu Gangren Radix yang terdapat di penyakit gigi dan mulut, urutan kedua penyakit Dm Tipe 2 penyakit kencing manis atau penyakit gula.
“Selama bulan ini kami telah merawat sebanyak 110 pasien di ruang perawatan, IGD sebanyak 100 pasien dan rawat jalan. Penyakit untuk rawat jalan yang paling banyak ada penyakit gigi dan mulut, Diabetes, Tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung,” ungkapnya, Senin (11/11).
Sesuai data yang diperoleh penyakit pertama Gangren Pulpa/Ganggren Radix (Penyakit gigi dan mulut) sebanyak 289 pasien atau 26,44 persen, Dm Tipe 2 (Penyakit gula) sebanyak 146 pasien atau 13,36 persen, Hipertensi ( Dara tinggi) sebanyak 118 pasien atau 10,80 persen, Dyspepsia (asam lambung) sebanyak 91 pasien atau 8,33 persen, Hiperemi Pulpa (jaringan pulpa) sebanyak 83 pasien atau 7,59 persen, Hhf/ Hhd (sakit jantung) sebanyak 82 pasien atau 7,50 persen, Otitis Externa Oex sebanyak 79 pasien atau 7,23 persen, Tb Paru sebanyak 78 pasien, dan Diabetes Mellitus sebanyak 61 pasien atau 5,58 persen.
“Kalau penyakit yang masih kita rawat itu masih lumayan banyak. Inikan data untuk bulan ini dan pasti perbedaan tiap tahun ada,”katanya.
Sedangkan Penyakit terbesar Rawat Inap di RSUD Daya Makassar paling tinggi bulan ini ada di penyakit Diare Dehidrasi / Gea / Colitis, Disentri sebanyak 85 pasien, Dispepsia sebanyak 43 pasien, Demam Tifoid sebanyak 42 pasien, Ispa sebanyak 30 pasien, Demam Dengue sebanyak 14 pasien.
“Didominasi usia 2 tahun hingga 40 tahun untuk diare. Macam-maca sih penyebabnya bisa jadi pola makan yang tidak sehat dan teratu dan komsumsi makanan yang tidak bersih. Yang lain juga begitu sama,” tuturnya. (rhm-ita)



×


Musim Pancaroba, Awas DBD dan Diare

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar