MALILI, BKM — Ni Made Eli Sulistiawati mengikuti upacara Padhiksan Dwijati atau upacara penyucian diri Diksa Munggah Sulinggih untuk disumpah menjadi pandita. Upacara keagamaan umat Hindu juga disaksikan Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler dan Wabup Irwan Bachri Syam di Griya Kartha Asrhama Desa Kertoraharjo, Tomoni Timur baru-baru ini.
Setelah mengikuti upacara Ni Made menjalani prosesi Brahma Wiwaha atau pernikahan Brahman/pandita bersama Mpu Parama Ananda. Dalam kepercayaan umat hindu seorang pandita hanya boleh menikah dengan pandita juga. Itulah mengapa harus melalui prosesi upacara Diksa.
Menjadi pandita dapat diartikan sebagai orang yang mampu menerima getaran gaib, memiliki mata batin dan dapat memancarkan kewibawaan rohani, serta dapat mewujudkan ketenangan dan penuh welas asih yang di sertai kemurnian lahir dan batin dalam mengamalkan ajaran agama.
Bupati Lutim HM Thoriq Husler menyampaikan selamat atas pelaksanaan prosesi upacara Padhiksan Dwijati. Menurut Bupati, menjadi pandita atau Pinandita merupakan orang yang terpilih dan telah dipersiapkan untuk melaksanakan upacara keagamaan.
Ia mengajak umat Hindu terutama tokoh agama untuk menjaga dan menjadi pelopor kerukunan, kebersamaan dan suasana harmonis ditengah-tengah masyarakat Luwu Timur yang sangat majemuk.
”Perbedaan harus menjadi pengikat pemersatu bangsa sebagaimana semboyan negara berbeda-beda tapi tetap satu,” ujar Husler. (rls)

