MAKALE, BKM — Pesona Kemilau Toraya Maelo di Taman Rakyat Plaza Kolam Makale baru akan memasuki puncaknya, Sabtu (28/12) mendatang. Tapi protes atas kegiatan tersebut mulai datang dari gedung wakil rakyat.
Rangkaian kegiatan yang menyedot anggaran cukup besar disorot anggota DPRD Tator dari Fraksi Golkar Randan Sampe Toding.
Randan kepada BKM, Senin (16/12) menjelaskan ditengah daerah terlilit utang karena anggaran yang devisit cukup besar justru Bupati Nicodemus Biringkanae menggelar pesta hura-hura dengan Pesona Kemilau Toraja.
”Tidak efektif pak bupati menggelar acara hura-hura sementara utang kepada rekanan menumpuk hingga puluhan milyar,” imbuh Randan.
Ketua DPRD Tator Welem Sambolangi menambahkan, buat apa hura-hura dengan Pesona Kemilau Toraja Rakyat sementara rakyat lapar. Mendingan anggaran Kemilau Toraja digeser bayar utang, ketimbang utang terus menumpuk.
”Bupati sebaiknya hemat dong, perioritaskan itu rakyat lapar, harusnya masyarakat senang dan menikmati natal dan tahun baru, bukan sebaliknya rekanan diburu-buru karena juga dililit utang,” tegas Welem.
Menurut Welem sebaiknya bupati memberikan perhatian serius terhadap tenaga honorer yang honornya berlum dibayar hingga kini.
”Selesaikan dulu persoalan rakyat baru hura-hura dengan Pesona Kemilau Toraja,” pungkas Welem. (gus/C)
Dewan Protes Aksi Hura-Hura Bupati
×

