MAKASSAR, BKM — Pimpinan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar akhirnya mengambil tindakan tegas. Mereka yang terlibat dalam kasus asusila, baik mahasiswa, dosen maupun civitas akademika lainnya akan dipecat dari kampus.
Langkah tersebut diambil, menyusul mencuatnya sejumlah kasus yang melibatkan mahasiswa dari kampus di Samata, Kabupaten Gowa ini. Di antaranya seorang mahasiswa yang tertangkap polisi karena memasang kamera untuk merekam aktivitas di dalam toilet kampus. Hingga seorang mahasiswi yang diduga hamil empat bulan, dibunuh kekasihnya sendiri. Keduanya sama-sama tercatat sebagai mahasiswa aktif di UIN Alauddin.
Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Dr Hamdan Juhannis menegaskan, segala tindakan yang bisa mencoreng nama baik kampus, tidak dapat dibenarkan. Terlebih, UIN Alauddin selalu menanamkan pendidikan aqidah dan akhlak guna meningkatkan keimanan mahasiswa, serta kesadaran untuk berakhlakul karimah.
”Terus terang, kita tidak pernah menyangkan akan ada seperti ini. Tapi kita sangat tegas kepada mahasiswa yang bertindak seperti itu. Jika dari proses hukum dia terbukti, kita akan keluarkan dari kampus. Sejak maba hingga mereka lulus kita tanamkan ilmu aqidah dan akhlak untuk selalu bertingkah laku akhlaktul karimah,” ujar Prof Hamdan, Selasa (17/12).
Menyikapi peristiwa yang muncul belakangan ini, Prof Hamdan berjanji akan menggelar rapat evaluasi. Jika diperlukan akan diterbitkan rekomendasi.
“Ya, kalau diperlukan kita terbitkan rekomendasi. Kita akan koordinasi dan rapatkan dengan warek (wakil rektor) dan dekan tiap fakultas,” ucapnya.
Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam UIN Alauddin Prof Dr H Ambo Asse, juga tidak pernah menyangka ada mahasiswanya yang terlibat dalam kasus pembunuhan. Terlebih, ia mendapatkan informasi bahwa korban dan tersangka sama-sama orang berprestasi di kampus. Korban Asmaul Husna terakhir meraih juara lomba desan tingkat fakultas. Sementara Ridhoyatul Khaer pernah menjabat sebagai ketua HMJ (Himpinan Mahasiswa Jurusan).
Meski begitu, kata dia, pihak kampus tidak memberi toleransi terhadap perbuatan yang dilakukan tersangka. Pihak kampus mengambil keputusan, seluruh mahasiswa yang terlibat tindakan hukum, apalagi asusila, bakal dikeluarkan dari kampus secara tidak hormat.
“Kita selalu berupaya untuk menanamkan pembentukan karakter akhlak mahasiswa. Tapi untuk kontrol terhadap mahasiswa di luar perkuliahan, cukup sulit. Kami sangat sayangkan atas kejadian terakhir, karena informasi dari wakil dekan I, mereka itu mahasiswa berprestasi di fakultas,” jelasnya.
Selaku pimpinan di tingkat fakultas, Prof Ambo Asse telah mendapat instruksi dari pihak rektorat untuk melakukan tindakan terhadap pelaku. ”Biar diproses dulu di kepolisian. Jika sudah selesai, kita keluarkan SK pemecatan. Sama seperti aturan yang sudah berlaku di kampus,” tandasnya. (ita/rus)
Rektor Janji Pecat Pelaku Asusila
Terkait Pembunuhan Mahasiswa UIN Alauddin
×

