GOWA, BKM — Curah hujan yang mulai merutin saat ini baik di daerah hilir apalagi di hulu, telah berdampak pada kondisi air baku PDAM Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa.
Sungai Jeneberang yang menjadi sumber air baku bagi PDAM Gowa tingkat kekeruhannya mulai naik.
Hal ini jelas akan memengaruhi tingkat kualitas produksi air bersih PDAM Gowa.
Jika air keruh, otomatis upaya PDAM Gowa untuk menjernihkan akan cukup tinggi. Kini, pihak PDAM Gowa sudah mengantisipasinya dengan menggunakan bahan kimia.
Saat ini, seperti dikatakan Direktur Utama PDAM Tirta Jeneberang, Hasanuddin Kamal, penggunaan bahan kimia untuk menjernihkan air keruh PDAM tentu akan dilakukan bila sudah sangat mendesak.
Hingga kini, kata Hasanuddin Kamal, kondisi kekeruhan air baku mulai naik. Untuk air baku di IKK Pandang-pandang sendiri tingkat NTU nya 188 untuk air baku dari Sungai Jeneberang dan 388 NTU untuk air baku dari waduk Bilibili. Sedang NTU untuk air bersih secara keseluruhan 3,30.
”Kondisi kekeruhan pada air baku ini memang wajar, sebab sedang musim hujan. Curah hujan yang cukup tinggi jelas akan berdampak pada tingkat kekeruhan air baku kita yang dominan berasal dari Sungai Jeneberang dan Bilibili. Untuk mengantisipasi kemungkinan makin naiknya NTU air baku yang bisa hingga 500-an, mau tidak mau kita terpaksa menggunakan bahan kimia untuk menjernihkannya. Penggunaan bahan kimia ini akan berdampak pada biaya produksi kita,” jelas Hasanuddin Kamal ketika dihubungi Berita Kota Makassar, Senin siang (6/1).
Hasanuddin Kamal mengimbau kepada masyarakat pelanggan untuk maklum jika suplai air ke pipa rumah pelanggan tiba-tiba agak keruh. Tapi, pihaknya akan berupaya keras mengolah air hingga tetap jernih keluar dari kran rumah pelanggan.
Terpisah Humas PDAM Tirta Jeneberang, Nurdiansyah mengatakan, dalam kondisi hujan saat ini tingkat kekeruhan air baku terus meningkat. Saat ini, tingkat kekeruhan air baku PDAM Gowa sudah mencapai 521 NTU.
”Untuk mengatasi kekeruhan ini, kami mulai menggunakan bahan kimia dua sampai lima kali lipat dari sebelumnya. Kami lakukan ini agar kualitas air yang sampai ke pelanggan tetap terjaga,” katanya. (sar/mir)

