pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ikan Asal Sulsel Diekspor Langsung ke Jeddah

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Dinas Perdagangan berencana melakukan ekspor perikanan dari Makassar ke Jeddah. Direct flight atau penerbangan langsung tersebut akan menggunakan kargo Wise Air. Ditargetkan pelaksanaannya awal tahun ini.
Gubernur Nurdin Abdullah mengatakan, ikan asal Sulsel memiliki peluang besar untuk diekspor. Hanya saja, alat penangkapan ikan yang berbasis teknologi belum ada.
“Saya kira kita punya potensi, karena perikanan kita di Sulsel cukup besar. Makanya, tahun ini kita persiapkan betul-betul perencanaannya,” ujar Nurdin, Kamis (9/1).
Ia menyebutkan kelemahan nelayan Sulsel terkait dengan alat penangkapan ikan. Yakni teknologi penangkapan, armada, hingga alat tangkap yang belum dikuasai.
“Kalau ini kita kuasai, dunia pun kita bisa suplai ikan. Cuma masalah kita adalah penguasaan teknologi penangkapan. Makanya tahun ini kita buat roadmapnya. Kita tentukan fishing room yang potensial,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Hadi Basalamah, mengaku dirinya sudah melakukan pertemuan dengan direksi penerbangan kargo Wise Air. Juga para pelaku eksportir, bea cukai, PT Angkasa Pura I Kargo, serta Balai Karantina.
“Rencananya ekspor direct fligh targetnya Januari tahun ini. Kita telah membahas penentuan jadwal penerbangan,” kata Hadi.
Hadi menerangkang realisasi volume ekspor perikanan Sulsel periode Januari-September 2019 mencapai 118.572,3 ton dari 143.685,4 ton.
Jika dinominalkan pada periode yang sama, realisasi ekspor perikanan Sulsel sudah mencapai US$247,3 juta dari target yang telah ditetapkan sebesar US$374,4 juta. Atau berada di angka 66,1 persen.
Volume ekspor ikan di Sulsel didukung tingkat ekspor telur ikan terbang. Hingga September 2019 volume ekspornya mencapai 526,1 ton dengan nilai ekspor US$ 15,1 juta. Sementara kepiting rajungan, hingga September 2019 volume ekspornya mencapai 577,9 ton dengan nilai US$ 12 juta.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Sulkaf S Latief, mengatakan tingkat ekspor perikanan di Sulsel dari Januari hingga September memberikan trend positif. Hal itu sejalan dengan keinginan dan dorongan dari gubernur, yakni perbaikan konektifitas dengan pengusaha.
“Alhamdulillah mengalami peningkatan. Ada komoditas perikanan di Sulsel memperlihatkan trenyang bagus tahun ini. Seperti komoditas perikanan rumput laut, dan beberapa lainnya,” ujar Sulkaf.
“Jadi semua yang didorong oleh Pak Gubernur, bahwa perbaiki hubungan dengan pengusaha dan berikan kemudahan. Apa yang menghambat ekspor kita berikan kemudahan. Sekarang sudah dirasakan dampaknya. Terlihat dari peningkatan ekspor,” jelas Sulkaf.
Meski begitu, menurut Sulkaf, situasi di lapangan harus yang paling utama dipertahankan. Pihaknya terus mendorong pengusaha untuk mempertahankan mutu. Karena hal itu merupakan yang utama.
“Di lapangan kita terus mendorong pengusaha agar mempertahankan mutu. Karena ekspor itu larinya ke mutu. Jadi ini harus kita jaga. Mulai dari penangkapan hingga di atas kapal. Mutunya harus betul-betul dijaga dengan baik,” terang Sulkaf.
Adapun negara tujuan utama ekspor perikanan Sulsel, yakni Jepang, Cina, Amerika, Serikat dan Eropa. “Negara tujuan ekspor kita sebenarnya banyak. Tapi yang utama itu Amerika, Jepang, China serta Eropa,” tandasnya. (nug)



×


Ikan Asal Sulsel Diekspor Langsung ke Jeddah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar