MAKASSAR, BKM–Wacana agar digelarnya Musyawarah Nasional (Munas) Golkar secara bersama dinilai tidak masalah sepanjang untuk kebesaran partai dan soliditas kader. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel HM Roem, Senin (4/1).
Menurut Roem yang juga Ketua DPRD Sulsel, Munas bersama tidak menjadi soal sepanjang tujuannya tidak mengorbankan kepentingan kader yang lebih besar. “Kalau tujuannya untuk soliditas kader, saya pikir tak masalah,”ujar Roem.
Terkait wacana akan didorongnya Syahrul Yasin Limpo (SYL) maju di Munas mendatang, Roem juga sangat mengapresiasinya. “Kalau soal itu, sejak awal kami memberikan support,”jelasnya.
Sehari sebelumnya, Roem menegaskan bila SYL dinilai mampu menjadi tokoh pemersatu di partai berlambang beringin rindang itu. Dia menegaskan, seluruh kader Golkar Sulsel akan mendukung sepenuhnya jika SYL maju dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar. “Beberapa daerah juga sepakat akan mendukung,” ungkap Roem usai menghadiri Hari Amal Bakti Kementerian Agama di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Minggu (3/1).
Roem mengatakan Syahrul sudah sangat layak untuk menduduki posisi sebagai Ketum Golkar.
“Beliau adalah kader yang benar-benar meniti karir di Golkar dari bawah. Beliau juga aktif di Kosgoro dan AMPI,” ujar Roem .
SYL sendiri menanggapi santai wacana namanya masuk sebagai salah satu kandidat.
Sebagai seorang kader, dirinya berfokus untuk mengangkat harga diri partai dan akan terus berjuang memperjuangkan kepentingan rakyat.
Dengan merendah, dia mengatakan jika dirinya hanya seorang pekerja. Dia berbuat bukan cuma untuk kepentingan partai namun juga kepentingan idealisme kebangsaan dan kenegaraan.
Tujuannya untuk eksistensi kedaulatan dan kesejahteraan rakyat.
“Dan sampai saat ini belum berpikir untuk maju, “kata SYL.
Pengamat Politik dari UIN Alauddin, Firdaus Muhammad mengatakan, SYL sudah cukup layak untuk maju di Munas. “Namun yang menjadi kendala adalah karena beliau tidak pernah menjadi pengurus DPP dan ini cukup sulit jika mau naik kelas,”ujar Firdaus.
Selain itu , golkar baik kepemimpinan Agung Laksono maupun Aburizal Bakrie sama-sama sudah tidak diakui sehingga masih dalam masa transisi. “Tugas pertama yang harus dilakukan Syahrul adalah konsolidasi internal partai agar bisa kembali menyatu. Tugas itu dinilai cukup berat. Jika Syahrul mampu melaksanakan, tentu akan menjadi prestasi yang bagus,”jelasnya.
Syahrul dinilai cukup berpeluang untuk memenangkan hati para kader golkar. Alasannya, selama ini,
karir politik SYL tanpa cacat. Dia juga dinilai mampu menjaga keutuhan golkar Sulsel saat terjadi dualisme. Walaupun dalam Pilkada serentak belum lama ini di Sulsel, Firdaus menjelaskan prestasi Partai Golkar kurang memuaskan, namun Syahrul masih diperhitungkan dan sangat layak untuk maju. (rhm/rif/c)
Roem : Munas Bersama Tak Masalah
×

