SIDRAP, BKM — Penemuan janin berusia empat bulan di gundukan tanah salah satu kebun warga di Kecamatan Maritenggae, Sidrap kini ditangani Polres Sidrap.
Kapolres Sidrap, AKBP Budi Wahyono mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman penyelidikan untuk mengungkap siapa dibalik penembuan janin tersebut.
“HIngga kini masih dilakukan penyelidikan dan janin berada di RSUD Nemal untuk divisum,” ujar Budi Wahyono.
Sementara, Kapolsek Maritenggae, Iptu Abd Samad mengaku sudah berkoordinasi dengan Lurah setempat untuk mencari ibu dari janin tersebut.
“Selain lurah, kita juga koordinasikan dengan kepala lingkungan dan bidang setempat untuk mengungkap peristiwa itu,” jelasnya.
Sejauh ini, janin yang belum diketahui jenis kelaminnya itu diduga hasil dari hubungan gelap dari seseorang yang tidak bertanggung jawab.
Sebelumnya, warga Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritenggae, Sidrap digegerkan dengan penemuan janin, Kamis malam 16 Januari lalu sekitar pukul 20.00 wita.
Janin yang diduga hasil aborsi dikubur disemak-semak tidak jauh dari lokasi persawahan wilayah Pokkoto, Kelurahan Lautang Benteng. Lokasi gundukan tanah yang berisi janin itu awalnya ditemukan oleh Hariyanto (24) warga Talumae, Kelurahan Lautang Benteng, Sidrap.
Saat itu, Hariyanto membawa pupuk menuju kesawahnya melintasi lokasi penemuan janin itu. Ditengah perjalanan dia melihat baju yang robek di sela sela rerumputan dan pohon.
Diapun mulai curiga ada yang tidak beres. Lalu kemudian, dia melanjutkan perjalanan menuju kesawahnya untuk memupuk padi. Setelah selesai dia kembali dan melewati tempat ditemukannya baju yang robek.
“Sekitar tiga meter dari tempat baju saya melihat ada gundukan tanah seperti kuburan yang telah dikasi batu diatasnya, setelah itu saya pulang istirahat,” ujar Hariyanto.
“Setelah dibongkar ternyata isinya janin. Kini janinnya dibawa ke RSUD Nemal untuk di visum,” tandasnya. (ady/C)

