MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar secara berkesinambungan melakukan pengerukan saluran drainase di seluruh kecamatan.
Upaya itu dilakukan agar saluran drainase tetap lancar mengalirkan air baik buangan rumah tangga, maupun air akibat hujan.
Melalui Bidang Pengembangan Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PU Makassar, dibantu perangkat kecamatan sudah gencar melakukan pembersihan dan pengerukan sedimen drainase.
Kepala Bidang PSDA dan Drainase Dinas PU Kota Makassar, Muh Fuad Aziz, mengatakan, pihaknya menurunkan 480 satgas setiap kali melakukan pembersihan dan pengerukan.
Ia mengasumsikan, apabila setiap satgas mengangkat 0,4 kubik setiap hari, maka jumlah sedimen yang diangkat bisa mencapai 5 juta kubik.
Hanya saja 2019 lalu, pihaknya hanya bisa mengangkat sedimen hingga 1,6 juta kubik. Itu sangat jauh dari target 2 juta kubik per tahun.
“Kalau berdasarkan data, bisa dihitung jumlah sedimen di Makassar ini bisa mencapai 7 juta kubik. Itu dengan penerapam pengerukan dua kali setahun di tempat yang sama,” kata Fuad.
Menurut Fuad, masalah utama pada drainase adalah sampah. Kebiasaan masyarakat membuang sampah pada drainase mengakibatkan banjir saat musim penghujan tiba.
Untuk itu, mulai tahun ini, dia meminta kepada rekanan yang mendapat proyek pengerjaan drainase agar melengkapi bangunan dengan penutup.
Ia pun mengingatkan agar masyarakat sadar akan kebersihan dan menjaga kota dengan tidak membuang sampah di kanal.
“Saya perhatikan, sampah di drainase tidak pernah habis, sudah kita bersihkan, ada lagi. Oleh karena itu, kita meminta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan di drainase atau kanal-kanal yang ada,” ujarnya.
Sebelumnya, Fuad Azis juga mengatakan, tahun ini, pihaknya akan fokus memperbaiki drainase di sembilan kecamatan.
Rehabilitasi drainase tersebut tersebar di berbagai lokasi. Terutama di wilayah yang kerap menjadi langganan banjir.
Dia mengatakan, keputusan Pemkot Makassar melakukan perbaikan saluran di lokasi yang telah direncanakan berdasarkan usulan dari warga melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrembang), keluhan masyarakat secara langsung, dan hasil kunjungan ke lokasi.
Khusus untuk kegiatan rehabilitasi saluran drainase tersebut, Pemkot Makassar menganggarkan sekitar Rp45,6 miliar melalui APBD Pokok 2020 dalam bentuk 20 paket tender.
Fuad merinci, lokasi yang akan diperbaiki saluran drainasenya diantaranya untuk Kecamatan Makassar berada di Kelurahan Maricaya. Di Kecamatan Biringkanaya ada lima lokasi. Diantaranya Kelurahan Laikang, Daya, Untia, Bulurokeng, dan Paccerakkang.
Di Kecamatan Mamajang ada lima kelurahan yakni Mamajang Luar, Tamparang Keke, Sambung Jawa, Parang, dan Kelurahan Pa’batang.
Sementara di Kecamatan Manggala, ada Kelurahan Bitoa, Antang, Borong, Batua, dan Kelurahan Biring Romang.
Di Kecamatan Tamalate, saluran drainase yang akan direhabilitasi ada di Kelurahan Bungayya dan Barombong. Kecamatan Tamalanrea di Kelurahan Tamalanrea.
Sementara di Kecamatan Panakkukang berlokasi di Kelurahan Tamamaung. Dan yang terakhir adalah Kecamatan Tallo yang berlokasi di Kelurahan Ujungpadang Baru dan Tallo.
Fuad mengemukakan, rehabilitasi yang akan dilakukan bervariasi. Mulai dari memperbaiki salurah yang rusak, roboh atau runtuh sehingga tidak lagi bisa berfungsi maksimal. Namun ada juga yang rencananya akan dilebarkan.
Selain rehabilitasi, Pemkot Makassar juga menyiapkan 17 paket kegiatan untuk pembangunan saluran drainase yang baru. 17 paket kegiatan tersebut tersebar sembilan kecamatan.
Agar pekerjaan rehabilitasi dan pembangunan saluran drainase tersebut berjalan lancar, kata Fuad, pihaknya sudah mempersiapkan proses tender saat ini. Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan saluran drainase tersebut sekitar Rp48,5 miliar.
“Sementara disusun dan dipersiapkan dokumen tendernya saat ini,” jelas Fuad.
Dia berharap apa yang dilakukan Pemkot Makassar tersebut bisa meminimalisir banjir atau genangan di ibukota Sulsel tersebut.
“Kita punya cita cita menuju nol persen genangan,” tandasnya. (rhm)
Dua Juta Kubik Sedimentasi Bakal Dikeruk
×

