MAMUJU, BKM — Guberrnur Sulbar, Ali Baal Masdar membuka Rapat Koordinasi Kementerian Keuangan Sulbar di Lantai V Aula Kantor Kemenkeu Sulbar baru-baru ini.
Dalam sambutannya Ali Baal mengatakan sistem pemerintahan pusat, kabupaten/kota diperlukan suatu koordinasi dan sinergi dari berbagai kepentingan. Sulbar jelas Ali memiliki potensi SDA yang sangat besar seperti potensi pengembangan usaha pertanian, perkebunan dan kekayaan hasil laut yang sudah menjadi tulang punggung perekonomian Sulbar.
” Selaku Gubernur, wakil Pemerintah Pusat mendorong seluruh pemerintah daerah agar kreatif dalam menggali dan mengoptimalkan sumber PAD,” ujar Ali.
Terdapat peluang besar yang perlu diantisipasi tentang kesiapan Sulbar menjadi daerah penyangga ibu kota negara yang baru. Begitupun sinkronisasi perencanaan dan program antar pemerintah daerah perlu ditingkatkan dalam upaya memaksimalkan keunggulan komparatif setiap daerah.
” Saya berharap masih banyak kegiatan produksi yang bisa dimaksimalkan seperti dunia usaha dari kalangan muda mudi, ” tandasnya.
Kepala Kementerian Keuangan Sulbar, Imi Eko Saputro melaporkan Kemenkeu selaku Otoritas Fiskal menjalankan beberapa tugas yang secara langsung bersentuhan dengan sendi-sendi perekonomian negara diantaranya tugas untuk melakukan pemungutan pendapatan negara atau pajak, bea cukai, melaksanakan fungsi Bendahara Umum Negara (BUN), dan menyusun kebijakan fiskal serta kerangka ekonomi makro.
“Apresiasi dan penghargaan atas kehadiran pimpinan yang menunjukkan kita semua memiliki keinginan dan perhatian yang sama yaitu Sulbar yang maju,” ungkapnya
“Rakor capaian kinerja 2019 dan rencana kerja 2020 merupakan salah satu langkah untuk meraih Sulbar yang maju, malaqbiq dan bermartabat,” sebut Imi.
Dengan luasnya cakupan tugas atau fungsi dan rentang kendali organisasi, diperlukan koordinasi yang baik antarunit eselon I dan seluruh instansi vertikal di bawahnya. Kegiatan tersebut sebagai bentuk pengejawantahan sinergi antarunit Kemenkeu dan sinergi dengan seluruh stakeholders. (ala/C)

