pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Virus Corona tak Pengaruhi Penjualan Cakar

MAKASSAR, BKM– Mewabahnya virus corona dari Cina tak mempengaruhi penjualan cakar (cap karung) atau pakaian bekas di lapak bursa pakaian cakar. Seperti yang berlokasi di Jalan Batua Raya.
Antusias masyarakat yang senang membeli barang bekas layak pakai masih tinggi dan cenderung stabil.
Apalagi, isu mewabahnya virus corona dari Cina melalui bahan makanan, minuman termasuk juga pakaian, tetap tidak mempengaruhi animo masyarakat mencari barang-barang bekas seperti baju, celana hingga sepatu di lapak tersebut.
Hasbi, seorang penjual sepatu bekas impor di lapak bursa kepada BKM menuturkan, hebohnya wabah virus corona dari sebuah negeri di Asia tidak mempengaruhi hasrat masyarakat datang membeli. Permintaan masih banyak.
“Sempat virus corona jadi populer di berita. Tapi untuk penjualan sepatu bekas kami itu tidak berpengaruh. Ini masih banyak yang datang membeli,” jelas Hasbi, Rabu (19/2).
Bukan cuma Hasbi, Aldi pun demikian. Aldi yang menjual pakaian berupa baju dan celana mengaku tetap merasa aman. Virus corona dari Cina tidak mempengaruhi animo masyarakat datang berbelanja. Alasannya, barang cakar yang dijual di lapak bursa diimpor dari Korea dan Jepang.
“Tidak ada pengaruhnya karena barang-barang bekas ini impor dari Korea dan Jepang. Kalau barang-barang asal Cina tidak laku. Banyak masyarakat tidak mau beli. Dan memang dari dulu jauh sebelum adanya virus corona orang-orang tidak mau beli,” tambahnya.
Adapun kata Aldi, sebelum barang masuk di Indonesia, pakaian bekas di semprot dengan cairan anti bakteri sehingga kuman maupun virus hilang. Dan barang-barang yang dijual bukan berasal dari Cina.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari mengatakan, masyarakat diharapkan tidak lagi membeli pakaian bekas. Walaupun pakaian bekas tidak bisa menyebar virus seperti virus corona, namun penyebaran pakaian bekas dipastikan ilegal.
Bahkan kata, Ichsan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan pakaian bekas dari negara-negara Tiongkok, Singapura, dan Malaysia yang masyarakatnya yang terpapar virus corona.
Menurutnya, virus corona tidak menyebar melalui barang seperti pakaian. Virus tersebut dikatakannya hanya menyebar melalui manusia secara langsung.
Ichsan hanya mengimbau, semua barang yang sudah dibeli, terutama barang yang diimpor, harus dicuci bersih terlebih dahulu. Bukan hanya barang dari Tiongkok saja, semua barang jika dicuci bersih sebelum dipakai, maka dijamin bebas virus.
“Selama semua barang dicuci dengan bersih tidak akan ada masalah. Bukan hanya barang yang dibeli dari China saja, semua yang dibeli dari manapun harus mendapat perlakuan yang sama, dicuci sampai bersih,” ungkapnya.
Dijelaskan Ichsan, virus corona hanya akan menjangkiti seseorang jika orang tersebut melakulan kontak langsung dengan penderita. Penyebarannya melalui udara, bisa juga melalui droplet.
Droplet semdiri merupakan partikel kecil dari mulut (air liur) penderita, yang mengandung mikroorganisme penyebab penyakit.
Ichsan meminta untuk berhati-hati berbicara dengan orang yang baru pulang dari Wuhan. Karena bisa saja orang tersebut belum memiliki gejala, namun memiliki virus dalam tubuhnya.
“Kontak langsung terjadi saat kita berbicara dengan orang terjangkit atau orang yang baru pulang dari Wuhan yang mungkin memiliki virus tetapi belum ada gejalanya,” terangnya.
Walaupun begitu ia menegaskan tidak perlu khawatir juga untuk berkomunikasi dengan WNI yang telah pulang dari Natuna. Karena mereka telah dinyatakan bebas dari virus corona.
“Kalau melalui barang tidak ji. Barang itu terbebas ji dari virus. Virus itu penyebarannya manusia,” tekannya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Sulsel, I Dewa Nyoman Mahendrajaya mengatakan di Sulsel sudah tidak ada lagi impor pakaian bekas. Hal ini bahkan telah berlaku sejak 2012 lalu.
Aturan ini dikatakan Nyoman diberlakukan oleh kementerian terkait dan berlaku secara nasional. Jadi bisa dikatakan, semua pakaian bekas dari luar negeri yang beredar, merupakan barang ilegal.
“Kalau pakaian bekas sudah ndak dibolehkan. Memang kebijakan kementerian ndak dibolehkan impor barang bekas. Bukan karena virus corona, tapi memang sejak lama tidak ada pakaian bekas diimpor,” tegas Nyoman.(nug-arf)



×


Virus Corona tak Pengaruhi Penjualan Cakar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar