PAREPARE, BKM — Sebanyak 100-an pelanggan PLN menyerbu di Kantor ULP, Senin (11/5) untuk menyampaikan pengaduan.
Mereka yang datang mempertanyakan membengkatnya jumlah pembauaran listrik selama bulan mei hingga dua kali lipat dari sebelumnya.
Petugas Pelayanan pengaduan ULP Mattirotasi mengakui jumlah warga pelangganya datang mengadu akibat meningkatnya pembayaran per kwh selama bulan mei mencapau 100 orang setiap hari.
Salah seorang pelanggan Ridwan warga Soreang Parepare, mengaku sudah sekian tahun membayar listrik setiap bulan Rp 100 ribu lebih kenapa bulan ini (Mei) pembayaran sampai Rp 300 ribu lebih.
”Ini bukan hanya saya kejadian juga terjadi pada tetangga saya,” keluhnya.
Ditambahkan Ridwan, di rumah miliknya hanya bertiga dan tidak ada tambahan alat rumah tangga dan alat dapur menggunakan listrik tapi kenapa bisa terjadi pembengkakan pembayaran.
Petugas Pengaduan PLN Muhtadi, Senin (11/5) mengatakan pihaknya berpedoman pada stand meteran setiap pelanggan. Biasanya petugas datang ke rumah pelanggan mencatat meteran rumah keadaan kosong kita suruh berulang kali dikunjungi.
”Juga bisa terjadi sejak kasus corona orang tinggal di rumah saja sehingga penghuni menggunakan listrik lebih banyak yang tak disadari setiap harinya pembengkakan pamakaian kwh itu pemicunya,” jelasnya. (mup/C)
Pelanggan Serbu ULP PLN
×

