POLITISI Partai Perindo Tana Toraja Yan Anggong Kalalembang memberi edukasi atas polemik karyawan PT Malea Energi yang telah merumahkan ribuan karyawan ditengah pandemi Covid-19. Bahkan karyawan tersebut akhirnya menerima pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran habis masa kontrak.
Polemik management PT Malea dengan eks karyawan terungkap ketika Komisi dua DPRD Tana Toraja telah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak managemen perusahaan, Jumat (3/7) lalu.
Yan Anggong menjelaskan bila rekomendasi dari komisi dua DPRD Tana Toraja menginginkan agar karyawan tetap kembali dengan memprioritaskan kepada pemilik lahan, dan sesuai skil serta keahliannya.
Apalagi volume beban pekerjaan untuk area intaek, trowongan, pembangkit, tinggal 10 % tahun ini sudah selesai, sudah tidak memungkinkan perusahaan kembali memanggil semua karyawan yang berjumlah 1.400 lebih.
Meski demikian, sebagai wakil rakyat Dapil 1 Makale, tuntutan dari eks karyawan tetap menjadi perhatian, namun kebijakan PT Malea untuk menggratiskan litrik kepada warga di sekitar area bila perusahaan sudah berproduksi, “Kami apresiasi, termasuk berikan bea siswa, itu sangat luar biasa,”kata Yan Anggong.
Diakui bila polemik eks karyawan dengan PT Malea Energi hanya miss komunikasi sebab sangat jelas kontrak kerja hanya pertiga bulan.
“Dari total karyawan masih dipekerjakan PT Malea kurang lebih 800 orang, 559 diantaranya karyawan lokal, 172 dari luar Sulsel, dan 55 Sulsel. Demikian pula komposisi karyawan yang aktif, masih didominasi warga lokal dan warga sekitar perusahaan sudah proporsional dan profesional. Dan rekomendasi komisi dua juga sudah disetujui pihak perusahaan untuk melanjutan perkerjaan dengan memprioritaskan pemilik lahan dan sesuai keahlian sudah tepat, tidak diskriminatif,”pungkas Yan Anggong (gus/rif/d).
Apresiasi PT Malea Litrik Gratis Dan Bea Siswa
×

