PANGKEP,BKM — Dugaan penyewaan salah satu pulau di Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, kembali mencuat ke permukaan. Pulau ini konon disewakan salah seorang warga kepada orang asing asal Australia dengan nilai Rp8 miliar.
Informasi ini sempat sampai ke telinga salah seorang anggota DPRD Pangkep bernama Ramli. Legislator ini terpilih dari dapil Liukang Tangaya dan Liukang Kalmas ini mengakui kalau dirinya baru sebatas mendengar adanya perbincangan warga yang menyatakan ada salah seorang warga Kecamatan Liukang Tangaya yang mempersewakan pulau di Desa Tampaang kepada warga Australia.
Wakil Gerindra asal Kepulauan Liukang Tangaya ini malah menantang wartawan melakukan investigation reporting supaya menelusuri secara mendalam kebenaran informasi yang diterimanya bahwa ada warga menyewakan pulau di Desa Tampaang sebesar Rp8 miliar.
”Warga yang mempersewakan pulau terluar itu mengklaim jika dirinya sebagai pemilik karena dia yang menanam pohon dan menjaga serta memelihara pulau itu. Bahkan warga sekampungnya di pulau domisilinya mengenal dan mengetahui kalau ada pemilik pulau tersebut. Makanya tidak ada warga lain yang protes jika pulau di Desa Tampaang itu dipersewakan,” kata Ramli baru-baru ini.
Pulau yang diduga legislator dipersewakan warga itu yakni Pulau Pandangan di Desa Tampaang, Kecamatan Liukang Tangaya. Pulau Ini termasuk salah satu terluar di wilayah Kepulauan Pangkep. Akses untuk mencapai pulau ini dari Pelabuhan Paotere Makassar dan Dermaga Sungai Pangkajene di Pangkep membutuhkan waktu lebih dari 24 jam. Pulau Pandangan lebih dekat jika diakses dari Pulau Lombok di NTB.
Bendahara Desa Tampaang, Aspar yang dihubungi Minggu (5/7), membenarkan akhir-akhir ini Pulau Pandangan, kerap dikunjungi berbagai wisatawan mancanegara.
”Potensi pulau itu besar. Pasir putihnya yang menarik dan pulaunya juga masih sangat bersih, sehingga dilirik turis berkunjung ke sini,” ujar Aspar.
Menurutnya pengelolaan pulau itu sejuah ini masih dikelola pemerintah desa setempat. Ke depan pihaknya berupaya untuk mengembangkan potensi wisata di pulau tersebut.
”Pulau ini belum dikelola dengan baik tetapi sering dikunjungi warga asing. Hanya saja retribusi belum dipungut. Mereka yang masuk masih sekadar jalan-jalan lihat potensi. Apalagi pulau ini belum terlalu ramai dan dikenal,” jelasnya. (udi/mir/c)
Pulau Diduga Disewakan Senilai Rp 8 Milyar
×

