BULUKUMBA, BKM — Petani Kecamatan Gantarang dan Aliansi Pemuda Peduli Petani menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintah agar bertindak dalam mengantisipasi kelangkaan pupuk yang dialami oleh petani di Kabupaten Bulukumba.
Aksi digelar dibeberapa titik dan salah satunya di Kantor Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dinas TPHP) Kabupaten Bulukumba, Senin (6/7).
Jenderal Lapangan Aksi Aswar Anwar meminta penjelasan Kadis TPHP terkait kelangkaan pupuk.
Kadis TPHP, Emil Yusri yang menemui pengunjuk rasa, menjelaskan kelangkaan pupuk subsidi disebabkan kuota pupuk subsidi Kabupaten Bulukumba dikurangi.
“Tahun 2019 kuota pupuk subsidi sebanyak 20.252 ton sementara tahun 2020 hanya 15.320 ton atau berkurang 26 persen dari tahun sebelumya,” paparnya.
Pengunjuk rasa juga mempertanyakan langkah kongkrit dari Dinas TPHP melihat tanaman dari petani yang terancam gagal panen akibat langkanya pupuk bersubsidi.
Menurut Emil, pihaknya telah meminta kepada distributor untuk menyediakan pupuk non subsidi.
“Kami meminta distributor menyiapkan pupuk non-subsidi, karena stok pupuk bersubsidi sangat terbatas,” terangnya.
Sebelumnya pihaknya melakukan upaya meminta penambahan kuota pupuk bersubsidi tapi pupuk subsidi sudah tidak diproduksi lantaran anggaran fokus penanganan Covid-19.
“Tanggal 3 Februari rapat dengan DPRD, Bupati meminta tambahan setelah itu DPRD ke Jakarta, bertemu Mentan tapi anggaran terbatas untuk pemenuhan kuota pupuk,” paparnya.
Usai bertemu Kadis TPHP, pengunjuk rasa bergeser ke Gedung DPRD Bulukumba untuk melanjutkan aksinya. (min/C)
Petani Unjuk Rasa Gegara Pupuk
×

