MAKASSAR, BKM — Pandemi virus Corona atau Covid-19 secara umum memberi dampak kepada seluruh sektor usaha. Namun dampak yang ditimbulkan beragam. Beragamnya dampak tersebut dapat terlihat pada saat sekarang. Ada perusahaan atau usaha yang sudah tutup, ada yang terpaksa merumahkan sebagian merumahkan pekerjanya, dan ada pula yang memangkas sebagian pendapatan pekerjanya.
Dalam Krista Webinar bertemakan ‘Cold Chain Solution for Indonesia’ yang digelar Krista Exhibition, Selasa (7/7), Hamzah Priyantono, Commercial and Business Solution PT Kiat Ananda Cold Storage yang tampil sebagai salah satu narasumber, mengategorikan tiga sektor terdampak negatif wabah Covid-19.
Kategori pertama, high impact, Yaitu dunia usaha yang mengalami penurunan omzet lebih dari 30 persen. Dunia usaha yang masuk kategori ini adalah perhotelamn, restoran, transportasi, agen perjalanan, manufaktur (tekstil, kimia, dan plastik, bahan bangunan dan alat berat, properti dan konstruksi, serta farmasi.
Untuk kategori kedua medium impact. Yaitu dunia usaha yang mengalami penurunan omzet dikisar 10 sampai 30 persen. Dunia usaha yang masuk kategori ini adalah multifinance, otomotif, pusat perbelanjaan, peternakan dan perikanan, distribusi/retailer non-essentia;l goods, komoditas (perkebunan, tambang, logam, dan mineral).
Untuk kategori ketiga, low impact . Yaitu dunia usaha yang mengalami penurunan omzet di bawah dari sepuluh persen. Dunia usaha yang masuk di dalamnya adalah kemasan, E-commerce, pembangkit listrik, alat kesehatan, makanan pokok, distribusi/retailer essential goods, cigarette/tobacco, serta IT/komunikasi.
Sementara itu, Tjahjono Haryono, Ketua Umum Apkrindo (Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia) Jatim dan juga Presiden Direktur PT Pangan Lestari, mengemukakan, rantai dingin mengacu pada pengelolaan suhu produk yang mudah rusak untuk menjaga kualitas dan keamanan dari titik asal melalui rantai distribusi menuju ke konsumen akhir.
”Ada beberapa industri yang menggunakan rantai pasokan dingin, yaitu fruits & vegetables, pharmaceuticals products, floriculture, meat & marine products, dairy products, serta ice cream sector & convectionary,” kata Tjahjono.
Selain Hamzah Priyantono dan Tjahjono Haryono, Krista Webinar yang digelar Krista Exhibition bersama Apkrindo dan ARPI, juga menghadirkan narasumber lainnya, masing-masing Hasanuddin Yasni, Ketua Umum ARPI (Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia) dan Tedy Chriswanda, AVP-Application Engineering Manager PT Bitzer Compressors Indonesia. (mir)
Beberapa Industri Gunakan Rantai Pasokan Dingin
Dari Krista Webinar ‘Cold Chain Solution for Indonesia’
×

