KETUA Stering Committee (SC) Musda Golkar Sulsel ke-X, Arfandy Idris menjelaskan rekrutmen bakal calon dibagi dua tahapan.
Pertama penjaringan bakal calon dan pencalonan. Kemudian masuk pada tahap pemilihan.
Setelah pengambilan formulir dilanjutkan dengan pengembalian formulir. Pengembalian ini dilakukan pada 20 hingga 21 Juli. Setelahnya, verifikasi administrasi dan penetapan bakal calon pada 21 Juli.
“Pada pengambilan formulir, massa atau pendamping bakal calon tentunya akan dibatasi mengingat Musda kali ini dilaksanakan di tengah pandemi covid-19. Jadi pendamping maksimal lima orang saja,” terang Arfandy di kantor DPD I Golkar Sulsel, Jalan Botolempangan, Kamis (16/7).
Menurutnya, metode pelaksnaan Musda tetap dilaksanakan secara langsung dengan mengundang seluruh pemegang hak suara. Dibuka secara formal tapi tetap mengendepankan protokol kesehatan.
“Kalau melalui virtual, kami belum mengarah ke sana, karena persoalan legitimasi proses Musda. Tapi tergantung pihak berwenang. Tapi kami SC persiapkan sebagaimana mestinya,” tandasnya.
Soal syarat tidak punya hubungan keluarga di partai politik lain, sambung Arfandy, hal itu sudah berdasarkan Anggaran Rumah Tangga (ART) partai. Hanya saja, ada ruang yang masih bisa digunakan bakal calon agar bisa bertarung di Musda nanti.
“Kan ada tahapan diskresi dari ketua umum. Kalau ada kader yang punya keinginan maju namun terhambat karena aturan yang tertuang pad apoin 9, maka bisa dikoordinasikan dengan ketua umum,” ujarnya.
Sekretaris Stering Committee Irwan Muin menambahkan bila pengumuman penetapan bakal calon dilakukan pada tanggal yang sama. Besoknya, 22 hingga 23 Juli, barulah dilakukan proses penyerahan dukungan bakal calon minimal 30%.
“Setelah itu kita verifikasi dukungan. Kemudian pleno panitia pengarah dan berita acara verifikasi untuk disampaikan pada forum Musda. Setelah itu pengemumuman hasil verifikasi, dan penetapan calon ketua atau formatur,” tambah Irwan. (rif)
Balon Hanya Boleh Didampingi 5 Pendukung
×

