GOWA, BKM — Saat ini banyak pelanggan mengeluhkan layanan air bersih PDAM Gowa. Jangankan tidak terlayani selama 24 jam. Bahkan ada yang pendistribusian air ke pipa pelanggan rumahan macet selama satu sampai dua bulan. Hal itu bukan karena unsur kesengajaan dari PDAM Gowa, namun karena memang terkendala dari produksi air.
”Kami akui itu. Karena kami banyak menerima keluhan dari pelanggan. Kami akui banyak pelanggan yang tidak bisa dapat air. Dan penyebabnya karena kita sudah minus kapasitas produksi. Karena itu, solusinya adalah membangun instalasi baru. Yakni instalasi berkapasitas 100 liter per detik. Instalasi baru ini sudah mulai terbangun yang dilakukan pihak ketiga,” jelas Dirut PDAM Tirta Jeneberang Gowa, Hasanuddin Kamal, di kantornya, Selasa (11/8).
Dikatakan Hasanuddin, membangun instalasi baru selama ini adalah tanggung jawab pemerintah pusat dan provinsi. Sementara PDAM kabupaten hanya operator.
”Saat sekarang ini tidak ada APBN yang bisa menunjang kondisi itu. Tapi saya tidak bisa tinggal diam untuk memenuhi kapasitas produksi yang minus ini. Maka tahun lalu pemerintah berikan izin membangun intalasi dengan sistem kredit dengan nilai investasi sebesar Rp15 miliar. Artinya, pihak lain yang bangunkan dan setelah selesai kami bayar dengan menyicil. Jadi kami (PDAM Gowa) sama sekali tidak tahu menahu tendernya dan pemenang serta pelaksana tendernya. Cuma selama pembangunan kami tetap ikut mengawasinya dengan menggandeng kejaksaan dan Polres Gowa. Karena ini menggunakan dana swasta. Mudah-mudahan sesuai harapan kami selesai sesuai skedul. Sehingga tidak ada lagi pelanggan yang mengeluhkan tidak terlayani,” jelas Hasanuddin Kamal.
Dikatakan Ketua Perpamsi Sulsel empat periode ini, sampai saat ini sebanyak 40.200 pelanggan PDAM Gowa. Dan calon pelanggan yang menunggu pelayanan sebanyak 30.000 lebih.
”Jika 30.000 calon pelanggan ini kita paksakan dilayani tanpa ada backup instalasi baru, maka sangat tidak memungkinkan. Kondisinya akan lebih parah. Makanya, harus ada tambahan instalasi sebagai opsi. Dan opsi membangun instalasi 100 liter perdetik ini sudah berjalan dan ditempatkan di Kecamatan Bontomarannu,” katanya.
Instalasi 100 liter per detik ini mencakup lima wilayah layanan, yakni Kecamatan Somba Opu, Bontomarannu, Pattallassang, Pallangga, dan Barombong. ”Karena itu, kami meminta maaf kepada para pelanggan yang ada agar maklum dan sabar. Jika ada yang belum terlayani air selama 24 jam atau bahkan hingga berbulan, maka segeralah melaporkan ke PDAM Gowa. Kami akan antarkan segera ke rumah anda menggunakan mobil tangki dan itu gratis. Mohon janganlah berkoar-koar di medsos tapi datanglah ke kantor kami (PDAM) dan laporkan kondisinya agar kami bisa langsung bertindak (mengantar),” imbau Dirut PDAM Tirta Jeneberang Gowa.
Jika instalasi 100 liter per detik rampung, tambah Hasanuddin Kamal, maka pihaknya akan memfokuskan membuka pelanggan baru pada lima wilayah di dataran rendah, yaitu Somba Opu, Pattallassang, Bontomarannu, Pallangga, dan Barombong. Namun, instalasi baru ini hanya bisa membuka sekitar 8.000 sambungan baru.
”Sisanya yang belum tercover, kita harapkan akan bisa terlayani dengan program Mamminasata, yang direncanakan berkapasitas 1.000 liter per detik. Awalnya kami optimis, semua masyarakat bisa terlayani dengan program Mamminasata ini. Namun hingga delapan tahun berjalan program ini, juga belum terealisasi. Sehingga cara investasi ini kami pilih untuk mengatasi keluhan pelanggan yang ada,” tegasnya. (sar)
PDAM Gowa Bangun Instalasi Baru
Minimalisir Keluhan Layanan Air Bersih
×

