PAREPARE, BKM — Ketua TP PKK Kota Parepare Hj Erna Rasyid Taufan merayakan HUT RI ke 75 dengan puluhan anak pasar yang sehariannya bekerja sebagai penjual kantongan kresek dan buruh jasa angkat barang di Pasar Lakessi, Senin (17/8).
Mereka ikut berbahagia saat hari kemerdekaan tiba. Bahkan saat mengibarkan bendera merah putih, anak-anak pasar ini tak mengenakan alas kaki atau sendal (sepatu). Hal ini dilakukan untuk kali pertama dalam hidup mereka bisa merasakan upacara HUT RI bersama teman-temannya di Pelataran Pasar Lakessi, markas mereka.
Anak Pasar binaan Inspirasi Sekolah Anak Pasar (ISAP) program Pusat Pembelajaran Keluarga Parepare dan Layanan Konseling Keluarga Terintegrasi (Puspaga PeduliTa’) bersama PKK Parepare ini berhasil mengibarkan bendera layaknya Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).
Sebagai Inspektur upacara, Ketua TP PKK yang juga Penasehat Puspaga PeduliTa’ terharu melihat antusias dan semangat anak-anak pasar ini. Matanya terlihat berkaca-kaca, ia bahkan menyerukan agar pengurus PKK Parepare dan sejumlah Ibu-ibu Forkopimda, dan Kemenag Parepare yang hadir agar membantu anak-anak tersebut, minimal memberikan sepatu atau sandal.
“Kita lihat tadi tiga anak-anak pasar berhasil mengibarkan bendera seperti orang terlatih, padahal kita latih baru tiga hari dan mereka tidak mengenakan alas kaki. Ini artinya semangat nasionalisme ada pada diri anak-anak kita.
”Jika pada upacara HUT RI di lingkungan Pemkot saya terharu, di sini saya lebih terharu melihat kondisi mereka, semangat mereka ingin merayakan kemerdekaan,” ujar Erna.
Anak anak Pasar ini juga diajari cara mencuci tangan yang baik untuk melindungi diri dari penyebaran virus Corona.
Caranya pun terbilang unik, anak-anak berlomba menunjukkan kepiawaian mencuci tangan dengan cara bergoyang mengiringi musik. Suasana kegembiraan nampak di antara mereka.
“Saya bersyukur bisa menemukan anak-anak ini karena relawan kita melihat sangat miris dengan keadaan beberapa anak yang kerap kedapatan mengisap lem, karena tidak ada kegiatan. Jadi dengan adanya program ISAP Puspaga PeduliTa’ mereka kita latih mulai dari mengaji, cara wudhu sampai salat, dan hal yang paling sederhana mencuci tangan,” jelasnya. (mup/C).

