GOWA, BKM — Tingkat kekeruhan air baku yang oleh intesitas hujan deras beberapa hari terakhir kembali normal.
“Kita tetap meningkatkan pengawasan produksi. Yah memang kekeruhan air baku di sungai Jeneberang makin turun namun kami tetap mengawasi kondisi air baku sebab ini menjadi bagian dari upaya optimal kami memproduksi air bersih ke pelanggan,” terang Direktur Utama PDAM Gowa, H Hasanuddin Kamal di kantornya, Selasa (26/1) kemarin.
Dikatakan Hasanuddin Kamal, sampai akhir Januari ini tingkat kekeruhan (NTU) air baku PDAM Gowa turun. Kini pada kisaran 200-300 NTU dibanding bulan lalu yang tingginya mencapai 500 lebih NTU.
“Untuk kekeruhan saat ini bukan masalah bagi kami hanya saja yang menjadi kendala untuk produksi kami adalah adanya hambatan kecil di kawasan waduk Bilibili yakni adanya pekerjaan turbin PLTA sehingga berpengaruh pada volume air baku. Volume air baku ini memang sengaja diturunkan oleh pengelola waduk sebab turbin PLTA sementara dikerjakan sebab turbin itu tidak bisa dikerja jika air terlalu tinggi.
Kendala lainnya adalah, pemadaman listrik yang jelas sangat memberikan efek dalam produksi air bersih.
“Padam nyalanya listrik jelas ngefek pada produksi kami sebab kerja pompa kami menjadi trouble sehingga praktis pelayanan kepada pelanggan juga kurang maksimal. Tapi hal itu juga tidak berlangsung lama dan kini mulai normal kembali. Yang jelas kami selalu berupaya bagaimana memenuhi kebutuhan air bagi 30 ribu lebih pelanggan kami yang ada di ibukota Sungguminasa dan sekitarnya,” jelas dirut.
Dia mengakui jika selama ini PDAM Gowa sering terkendala dalam berbagai hal teknis pelayanan.Itu disebabkan karena PDAM Gowa masih menggunakan injeksi secara manual.
“Kita amati dan periksa setiap jam kondisi keruh. Yang jelas kami optimis menuju pelayanan yang lebih baik lagi setelah kita punya kantor yang lebih baik dari sekarang,” tambahnya. (sar-ril/c)
Tingkat Kekeruhan Air Baku Mulai Normal
×

