MAROS, BKM — Sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan Kodim 1422 Maros bekerjasama BPBD Maros beserta pihak terkait lainnya. Penyaluran ini dilakukan tiap dua hari sekali. Pada Rabu (26/8), kembali disalurkan di Desa Bontolempangan, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.
Komandan Kodim 1422 Maros, Letkol Inf Budi Rahman, mengatakan, bagi-bagi air bersih ini merupakan salah satu bentuk sinergitas untuk memberikan solusi kepada masyarakat.
”Meski lingkungan kita dikelilingi air, tapi air payau tak bisa digunakan masyarakat. Sehingga penyaluran ini wujud hadir pemerintah turun ke lapangan,” katanya.
Lebih lanjut Budi mengatakan, sebagai wujud keprihatinan mereka sehingga dilakukan penyaluran air bersih setiap dua hari sekali. ”Kami merasa prihatin dengan kondisi ini. Sehingga memang harus dipikirkan bersama solusi apa yang harus dilakukan. Karena Maros ini tidak jauh dari Kota Makassar. Tapi masih ada kondisi seperti ini,” jelasnya.
Dia berharap, ke depannya bisa diadakan sistem penyaringan atau penyulingan air atau program lainnya. ”Kita salurkan air bersih dua hari sekali. Belum lagi akses jalan tidak ada, sehingga harus melintasi pematang sawah,” sebutnya.
Dia juga menyatakan, jika di Maros ini ada tiga kecamatan daerah pesisir yang memang mengalami krisis air bersih saat kemarau. Tapi yang paling parah di Kecamatan Bontoa.
”Jadi kita memang fokusnya di Kecamatan Bontoa. Meski ada kecamatan lain yang terdampak krisis air bersih, seperti Kecamatan Marusu dan Maros Baru, tapi mereka dilewati jalur industri. Beda di Kecamatan Bontoa ini banyak lingkungan tambak. Jadi tidak ada jalur air sama sekali,” jelasnya.
Dia menambahkan, kalau dalam penyaluran ini pihaknya menyiapkan armada yang kapasitas 3.000 liter dan ada juga kapasitas 5.000. ”Totalnya ada sekitar 8.000 liter air,” sebutnya.
Salah seorang warga di Desa Bontolempangan, Najmayanti, mengaku merasa terbantu dengan penyaluran air bersih ini. Apalagi kata dia, sudah dua bulan ini mereka kesulitan air bersih.
”Di sini tidak ada sumur, karena air payau. Jadi biasa kita beli air dari Pangkep. Harganya Rp5.000 per jerigen 20 liter. Itu hanya dipakai satu hari saja,” ungkapnya.
Sementara diakuinya, kebutuhannya itu 10 jerigen per hari.
”Sangat memberatkan bagi kami kalau harus beli air tiap hari di tengah pandemi Covid-19. Belum lagi sekarang kebutuhan anak sekolah online butuh paket data. Jadi memang memberatkan. Makanya, kami bersyukur dengan adanya bantuan ini bisa membantu kami,” pungkasnya. (ari/c)
Kodim Maros Salurkan 8.000 Liter Air Bersih
×

