MAKASSAR, BKM — Dua orang warga yang menjadi korban penembakan di Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, pada Minggu (30/8), telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Kedua orang korban yang dinyatakan sembuh, segera akan dimintai keterangan oleh penyidik.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan, dua orang korban yakni Iqbal dan Amar baru saja dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara.
”Kedua korban sudah dipulangkan di rumahnya setelah dinyatakan oleh medis di RS Bhayangkara jika korban telah sembuh dari luka tembak yang dialaminya. Dengan demikian, korban pada Rabu (2/9), menjalani proses pemeriksaan untuk mengungkap kronologis yang sebenarnya di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, Rabu (2/9).
Pemeriksaan terhadap korban dan terlapor tentu berdasarkan fakta-fakta yang berada di lapangan agar tidak beragam versi yang muncul. Ironisnya lagi, jika ada versi menyatakan jika petugas kepolisian saat di TKP langsung saja mengeluarkan tembakan.
”Nah, perihal terkait petugas kepolisian langsung mengeluarkan tembakan tersebut yang kami ingin luruskan dari proses penyidikan ini agar tidak banyak versi yang muncul. Sebab saat di TKP, anggota kepolisian mengeluarkan tembakan karena ada pengepungan,” beber Kombes Pol Ibrahim Tompo.
Menurut perwira tiga bunga melati di pundaknya ini, informasi yang diterimanya berdasarkan fakta di lapangan jika betul saja anggota kepolisian yang turun menindaki aduan warga terkait kasus pengeroyokan, setiba di TKP anggota kepolisian dikeroyok oleh warga.
”Kalau faktanya anggota kepolisian saat melaksanakan tugas menindaki kasus saat tiba di TKP memang betul saja anggota tersebut dikeroyok. Itu diketahui dari sejumlah luka yang di sekujur tubuhnya,” terang Ibrahim.
Meski demikian, kata dia, proses penyelidikan terus berjalan. Dan sementara empat warga lainnya juga dalam proses pemeriksaan. Begitu pun belasan petugas kepolisian (16 orang anggota kepolisian).
”Ada 16 anggota kepolisian dimintai keterangannya, empat orang warga sipil, kemudian dua orang korban juga akan diperiksa,” kata Kombes Pol Ibrahim Tompo. (ish/b)

