pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dibalik Kemenangan AIS di Barru

Taklukkan “Gajah” Besar di Tengah Badai

MAKASSAR, BKM–Pemilukada Barru telah usai, tapi catatan dibalik kemenangan Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS) masih hangat diperbincangkan.
Kemenangan pasangan bertagline “Bekerja untuk Rakyat” itu memang tergolong fenomenal. Mengingat, Idris Syukur yang berstatus petahana sempat ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Terlepas ada unsur rekayasa dibalik penetapan tersangka, sangat berdampak bagi pencalonan suami dari Andi Citta Mariogi itu.
Menurut Supervisor Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI), Arief Saleh, status tersangka dimanfaatkan para rival Idris untuk menyudutkan, sekaligus menurunkan pamor mantan Kepala Dinas Kehutanan Sulsel hingga elektabilitasnya menurun.
Tidak sampai disitu, besan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang tersebut, juga menjadi bulan-bulanan pemberitaan saat kantor bupati dan rumah jabatan bupati digeledah oleh penyidik Bareskrim Polri lengkap dengan aparat bersenjata lengkap, serta mobil lapis baja (baracuda) yang menjadi tontonan gratis warga.
“Jika di lima tahun sebelumnya sukses menaklukkan rival terberatnya Malkan Amin, tidak lepas dari andil Bupati Barru 2005-2010 Andi Muh Rum yang terang-terangan berada dibelakangnya, serta kekuatan Andi Anwar Aksa yang menjadi pasangan Idris di periode pertama. Maka untuk Pilkada 2015, posisi Idris justru terbalik,”ujar Arief, Rabu (27/1).
Idris harus menerima kenyataan harus berlawanan dengan figur seperti mantan bupati Andi Muh Rum, secara mengejutkan mendorong putranya Andi Salahuddin Rum maju mendampingi Malkan Amin. Begitu pun, Andi Anwar Aksa memilih mencalonkan diri di posisi bupati dengan menggandeng pengusaha Adhan Arman.
Peta tiga pasangan tersebut membuat sebagian kalangan punya analisa dan kesimpulan tersendiri. Tidak sedikit yang beranggapan jalan Malkan membalas kekalahannya bakal terwujud. Pasalnya, selain mantan anggota DPR RI itu punya kekuatan financial dan jaringan nasional, juga pengaruh Andi Muh Rum masih tergolong kuat.
Dari badai dan menyatunya kekuatan besar itu, disinilah Idris menunjukkan dirinya sebagai seorang petarung sejati. Ia seolah tak larut dengan status tersangka, kendati menjadi bulan-bulanan oleh kubu rival menjadikan isu itu sebagai salah satu senjata menyudutkan putra mantan Bupati Barru Petta Sukkuru.
Kepiawaian berpolitik Idris, ditunjukkan saat menentukan pendamping. Ia lebih memilih Kepala Bappeda Pinrang Suardi Saleh yang notabene pendatang baru di Barru. Suardi yang selama 29 tahun mengabdikan diri sebagai birokrat, memang banyak menghabiskan waktunya di luar tanah leluhurunya di Barru. Sehingga sangat wajar jika namanya kala itu tidak setenar dengan figure-figur yang masuk menjadi bursa kandidat.
Idris nampaknya tahu betul, bahwa selain membutuhkan figur pendamping yang punya kemampuan di pemerintahan, juga sosok Suardi bisa lebih mudah diterima masyarakat. Mengingat, besan Rektor Unhas Prof Dwia Tina itu, tidak memiliki resitence dan bisa leluasa masuk ke kelompok-kelompok masyarakat. Ditambah lagi, track recordnya di pemerintahan tergolong mumpuni. (rif)



×


Dibalik Kemenangan AIS di Barru

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar