BANTAENG, BKM — Ratusan pelaku usaha kecil menengah Bantaeng membludak di Kantor Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Rabu (9/9). Mereka datang terkait bantuan Presiden (Banpres).
Salah seorang pengusaha kecil Desa Rappoa, Syamsidar mengaku sudah mengantre sejak pagi. “Saya dan teman-teman sudah ada disini sejak pagi. Karena banyaknya orang, berkas kami baru diterima pukul 12.00 wita,” ujarnya.
Syamsidar mengatakan, ada ratusan pengusaha kecil dari desanya yang memasukkan berkas dengan harapan memperoleh bantuan dana dari program Banpres. “Ratusan orang yang berasal dari desa saya”, katanya.
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Bantaeng, Andi Meyriani M Latippa, mengatakan, Banpres ini bertujuan agar ekonomi rakyat bisa bangkit kembali. “Program ini merupakan program bapak Presiden Joko Widodo untuk membantu masyarakat akibat pandemi Covid-19”, ujarnya.
Dikatakan Kadis, sudah terdata sebanyak 5 ribu pelaku usaha. Namun, kata dia, belum bisa dipastikan semua yang terdata itu akan memperoleh bantuan. “Belum pasti semuanya dapat bantuan. Namun kita berharap semua bisa dapat”, ucapnya.
Mengenai persyaratannya, kata Kadis, ada tiga, KTP, KK, surat keterangan bukti usaha dari pemerintah desa setempat. Selanjutnya, berkas tersebut diverifikasi.
Diingatkan Kadis, bahwa dana Banpres ini langsung ditransfer ke rekening penerima melalui Bank BRI. “Dananya langsung ditransfer ke rekening masing-masing”, imbuhnya.
Ditambahkan Kadis, bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemprov Sulsel, Bantaeng mendapat kuota sebanyak 20 ribu. “Kuota dari Pemprov untuk Bantaeng 20 ribu. Kuota ini bisa terpenuhi, bisa tidak”, paparnya.
Ditambahkan Kadis, sebelumnya sudah ada 196 pelaku usaha yang telah memperoleh bantuan sebesar Rp 2,4 juta perorang. Mereka ini mendaftar secara online. (wam)

