pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

SYL Bantu Masjid An Nadzir Rp100 Juta

Lukman Al Bakti Tepis Isu Radikalisme

GOWA, BKM — Gubernur Provinsi Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) kembali melakukan kunjungan silaturahim ke jemaah An Nadzir di Kampung Butta Ejaya, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Senin (1/2) siang.
Dalam kunjungannya, Syahrul juga menyerahkan bantuan berupa cek sebesar Rp100 juta untuk pembangunan Masjid An Nadzir disertai 200 sak semen.
Penyerahan bantuan yang dirangkai peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut, juga dihadiri Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa, Muchlis, Muspida, Kepala Kemenag RI Gowa serta para pejabat lingkup Pemlrov Sulsel dan Pemkab Gowa.
Bantuan diserahkan langsung oleh Syahrul kepada pimpinan An Nadzir, Ustadz Lukman Al Bakti disaksikan Panglima Besar An Nadzir, Daeng Rangka di Suro Batu kompleks permukiman jamaah An Nadzir.
Syahrul mengatakan, Daeng Rangka adalah salah satu ustadz rekan sejawatnya sejak masih menjabat Bupati Gowa dulu dan hingga sekarang masih terus terpupuk.
Syahrul mengaku sangat salut dengan ustadz Lukman selaku pemimpin An Nadzir. Nahkoda Sulsel inipun mengatakan tidak ada Islam yang teroris.
“Itu salah. Tidak ada Islam yang teroris. Yang ada adalah orang bertopeng kriminal yang mengatasnamakan dirinya Islam,” pungkas Syahrul.
Pimpinan Jamaah An Nadzir di Kabupaten Gowa, Lukman Al Bakti menegaskan bahwa jemaah yang dipimpinnya bukan lah teroris ataupun aliran sesat seperti yang ditudingkan berbagai pihak selama ini.
Menurutnya, kehadiran jamaah An Nadzir merupakan bentuk penghambaan kepada Allah dari segala bentuk kemusyrikan.
“Kehadiran kami di sini juga tak lepas dari isu-isu komunitas ekstrim yang disamakan dengan teroris. Saya nyatakan itu wajar bagi siapapun yang menilai. Kami paham itu. Dan rupanya perlahan-lahan An Nadzir pun kini menjafi terang benderang di tengah masyarakat. Kami hadir sebagai umat untuk beribadah dengan simbol sunnah Rasul,” terang Lukman Al Bakti.
Sementara simbol ciri jemaahnya bukan sebuah keharusan, termasuk mengajak siapapun untuk bergabung kecuali mereka datang tanpa paksaan apapun.
“Kami merasa apa yang kami lakukan ini tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah dan sunnah apalagi dikatakan sesat,” jelasnya.
Lukman Al Bakti pun mengaku selama ini jamaahnya menjafi pengawasan pihak Mabes Polri dan TNI. Kedua lembaga pengamanan ini sudah datang untuk melakukan pengawasan langsung.
“Insya Allah kami tidak masuk dalam lingkup aktivitas terorisme apapun. Dan kami An Nadzir adalah bagian dari pelopor bela negara. Ini mungkin yang tidak diketahui masyatakat sebab tidak terpublikasi,” urainya. (sar-ril/c)



×


SYL Bantu Masjid An Nadzir Rp100 Juta

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar