MAKASSAR, BKM–Hingga September 2020 realisasi dana alokasi khusus (DAK) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai Rp2,1 triliun atau 75 persen dari anggaran yang telah disiapkan sebesar Rp2,8 triliun.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel, Muhammad Rasyid, bahkan menargetkan DAK Pemerintah Provinsi Sulsel terserap 100 persen hingga akhir tahun ini.
Untuk itu, dirinya minta kepada stakeholder terkait untuk menggenjot pengerjaannya.”DAK ini didominasi untuk infrastruktur. Untuk itu, saya minta kepada stakeholder terkait agar betul-betul menggenjot pengerjaannya,” ungkap Rasyid, Senin (5/10).
Disamping itu, menurut Rasyid, DAK juga dialokasikan untuk non infrastruktur seperti dana pendidikan.”Kita terus pacu seluruh stakeholder terkait untuk merealisasikan DAK ini,” tandas Rasyid.
Sebelumnya Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, menegaskan, agar realisasi DAK dapat terserap utamanya realisasi fisik, kuncinya adalah harus organisasi perangkat daerah (OPD) harus merencanakan sesuai dengan kebutuhan.
Olehnya itu Nurdin mendorong OPD terkait, support realisasi DAK harus yang utama, dan tidak mengesampingkan serapan Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD).”DAK itu harus menjadi utama di support oleh APBD, makanya saya ingatkan bahwa daya serap, ini harus kita pacu,” ungkap Nurdin.(nug)
DAK Sudah Terserap di Sulsel Rp2,1 T
×

