pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kegagalan Jangan Dikaitkan Dengan Deng Ical

MAKASSAR, BKM–Kampanye negatif masih saja terus beredar disejumlah media sosial, termasuk masalah yang terjadi pada periode kepemimpinan Mohammad Ramdan (Danny) Pomanto – Samysu Rizal MI alias Deng Ical 2014 – 2019 lalu.
Tidak sedikit yang menyebut kegagalan pemerintah kota Makassar juga keterlibatan Deng Ical.
Untuk itu, mantan Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Ibrahim Saleh mencoba meluruskan pernyataan calon wakil wali kota Makassar Abdul Rahman Bando yang mengungkap kegagalan pembangunan Makassar. Menurut Ibrahim Saleh, statement Rahman Bando itu dinilainya tidak salah, tapi ada pula yang keliru dan perlu diluruskan.
Ibrahim mengurai program pembangunan Makassar periode 2014-2019 memang banyak yang gagal. Namun, keliru bila menjustifikasinya sebagai kegagalan Deng Ical karena semua orang tahu bahwa wakil wali kota Makassar itu memang tidak diberikan ruang dan peran oleh.
Menurut Ibrahim, kunci berhasil atau tidaknya pembangunan daerah terletak pada manajemen dan gaya kepemimpinan kepala daerah. Wali kota sebelumnya gagal karena tidak mendelegasikan sebagian kewenangan dan tanggung jawab kepada para pembantunya, mulai dari wakil wali kota, sekretaris kota, asisten dan kepala dinas.
“Saya sangat yakin pak ARB paham dan mengerti karena beliau mantan kepala dinas (perikanan dan pertanian) di era itu. Makanya, saya berpandangan bahwa arah statement pak ARB tentang kegagalan program Pemkot Makassar kala itu sesungguhnya bukan karena pembantu wali kota, mulai dari wakil wali kota, sekkot, asisten dan kadis.”jelasnya.
Lebih jauh, ia mengungkapkan Deng Ical maupun ARB pastinya memiliki masalah yang sama di era kepemimpinan wali kota sebelumnya. Bahkan, Deng Ical lebih berat tekanannya, dimana ia dianggap rival sehingga benar-benar tidak diberikan ruang dan peran. Olehnya itu, bila ARB berkukuh menyebut Deng Ical gagal, maka tidak ada beda dengan dirinya selaku kepala dinas kala itu.
“Di era kepemimpinan Danny, sistem pemerintahan memang tidak berjalan sesuai regulasi pemerintahan yang ada. Banyak fungsi dan peran terpotong. Misalnya peran wakil wali kota kurang optimal karena tertutup, bahkan bisa dibilang terkunci oleh pola manajemen dan gaya kepemimpinan wali kota kala itu.”pungkasnya. (rif)




×


Kegagalan Jangan Dikaitkan Dengan Deng Ical

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar