RANTEPAO, BKM — Pembangunan jembatan gantung baja di Piongan Kecamatan Denpina Toraja Utara menghubungkan Lembang Bambalu Kecamatan Kurra Tana Toraja, Sabtu (30/1) diselesaikan pembangunannya dengan memasang rangka baja.
”Jembatan gantung baja di Piongan merupakan jembatan ketiga setelah di Maro`son Bonggakaradeng dan Panumbun Karassik Makale Utara Tana Toraja, ”terang Komandan Distrik Militer (Dandim) 1414 Tator Letkol Inf Erwind Ferdinand Barends didampingi Kasdim Sameul Ledan kepada BKM, Rabu (3/2) di Rantepao.
Jembatan gantung materialnya semua baja, lanjut Erwin Barends, merupakan hibah dari Negara donor Swis, pelaksanaan pembangunannya manunggal TNI Kodim 1414 Tator kerjasama masyarakat setempat.
Jembatan Piongan sepanjang 55 meter berdiameter 1,80 meter, terbentang diatas sungai Piongan. Langkah Kodim 1414 Tator mampu memecah kebuntuan warga yang selama ini kesulitan arus transportasi karena tak adanya jembatan yang layak dilalui.
”Masyarakat terpencil tingkat ekonominya bisa lancar karena jalur lalulintas barang dari sentra produksi pertanian ke pasar sudah bagus,” tandas Erwin.
Pembangunan semua aspek tanpa henti terus didorong pemerintah Tana Toraja dan Toraja Utara, peran dan partisipasi TNI sangat menentukan sebab kualitas pembangunan dijamin lebih baik ketimbang diproyekkan.
Demikian pula menekan cost sehingga terjadi penghematan, pasalnya meningkatkan ketahanan pangan TNI telah kerjasama dengan beberapa Departemen tingkatkan produksi pertanian, termasuk wujudkan program Pemerintah genjot pembangunan dari pinggiran ke kota, sebut Erwin.
Jembatan gantung baja di Piongan Denpina, bila dianggarkan melalui APBD menelan biaya kurang lebih 3 milyar, namun karena bantun hibah dan dikerjakan Manunggal TNI bersama masyarakat costnya dapat ditekan, tinggal kesadaran masyarakat melakukan pemerliahraan, terang Erwin Barends (gus/C).
Kodim Tator Tuntaskan Tiga Jembatan
×

