SIDRAP, BKM — Badan Urusan Logistik (Bulog) yang dipercaya Kementerian Pertanian RI sebagai importir tunggal penyuplai jagung, sudah mulai mengantisipasi kelangkaan bahan baku pakan ternak dengan menyiapkan 10 ribu ton bahan utama ternak ayam ras petelur itu.
Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog Sulselbar, Abd Muis, S. Ali yang dihubungi, Rabu (3/2) membenarkan terjadinya lonjakan harga jagung dipasaran karena terjadi kelangkaan bahan baku utama pakan ternak tersebut sejak beberapa pekan.
“Nah, sekarang peternak tidak perlu khawatir lagi. Kita sudah siapkan distribusi 10 ton jagung ke wilayah Sulselbar karena jatah kita Februari ini sebanyak 10 ribu ton. Intinya, jatah itu akan efektif berkesinambungan setiap bulannya tersalurkan 10 ribu ton,” ungkap, Abd Muis yang dihubungi melalui selulernya, di Makassar, kemarin.
Hanya saja, menurut Muis, pihaknya masih terus mencari solusi yang tepat pendistribusiannya. Sebab, beberapa daerah paling banyak membutuhkan bahan baku seperti Sidrap, Pinrang, Makassar.
“Khusus Sidrap, kemungkinan mendapatkan jatah paling besar di alokasikan karena jumlah populasi ternak didaerah itu memang paling besar yakni sekitar 4,5 juta ekor populasi ayam petelur diternak di 11 kecamatan di Sidrap,” kata Muis yang juga mantan Kasub Divre Bulog Sidrap ini.
“Intinya, jatah Sulselbar sebesar 10 ribu ton dan itu dirasa aman serta bisa memenuhi ketersediaan stock jagung. Seperti dalam pekan ini, 10 ribu ton akan kita suplai secara bertahap, dan wilayah Sidrap yang paling utama didistribuskan. Insyallah, dua tiga hari ini peternak di Sidrap sudah bisa memperoleh bahan baku jagung untuk pakan ternaknya,” lontar Abd Muis lagi.
Abd Muis menambahkan, kelangkaan jagung disertai lonjakan harga itu tidak akan bertahan lama karena ketersediaan saat ini sudah tercukupi dengan patokan harga jual jagung impor bantuan pemerintah, diperkirakan antara Rp 4.000 hingga Rp 4.500 perkilogram.
“Jelas nantinya, harga dipasaran akan ditebus peternak antara kisaran Rp4,500 perkilogramnya.
Sementara pakan ternak akibat suplai bahan baku pakan ternak terjadi kelangkaan sudah dirasakan para peternak di kabupaten Sidrap sebagai sentra ternak ayam petelur terbesar di Sulsel bahkan Kawasan Timur Indonesia.
Menanggapi rencana Bulog dalam mendistribusikan 10 ribu ton pakan ternak jagung itu disambut positif kalangan peternak di Sidrap.
Salah satunya Bahrul, peternak asal Kecamatan Panca Rijang ini mengaku merasakan dampaknya dan sangat memberatkan karena selain langka, harganya jagung pun dipasaran kalau ada itu sudah melangit.
“Lonjakan harga jagung di pasaran sangat berpengaruh terhadap biaya operasional kami, namun hal itu masih bisa diatasi dalam batas tertentu. Masalahnya sekarang ini, harga sudah mahal, bahan baku jagung semakin sulit ditemui dipasaran akibat pengusaha jagung tidak mampu menyesuaikan harga pembelian dan harga jual,”keluh Bahrul, diamini H. Jama peternak Rabu kemarin. (ady/C)
Bulog Siapkan 10 Ribu Ton Jagung
×

