pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dirlantas Analisis Trans Sulawesi

SIDRAP, BKM — Direktorat Lalu Lintas Polda Sulselbar turun gunung. Tim Dirlantas meninjau jalan rusak trans Sulawesi di wilayah Sidrap, Sopeng dan Parepare, Jumat (5/2). Data Traffic Management Center Polda menyebutkan ada 3 titik lokasi jalan rusak yang selama ini menjadi pemicu kelecakaan di jalur tersebut.

Diantaranya, jalan poros Parepare tepatnya di kawasan Datae-pendakian Pucue Kelurahan Bangkai Kecamatan Watang Pulu, Jalan Poros Tanru Tedong di Kelurahan Wala Kecamatan Maritengngae, Kelurahan Kanyuara Kecamatan Watang Sidenreng dan Jalan Jendral Ahmad Yani poros Soppeng, Pangkajene Kecamatan Maritengngae.
Tiga lokasi ini didatangi tim Dirlantas Polda bersama Dinas (PU) Provinsi Sulsel, Jasa Raharja, Dinas PU Sidrap dan Dinas Perhubungan Pemkab Sidrap serta Satlantas Polres Sidrap.
Ketua Tim Dirlantas Polda Sulselbar Kompol Natsir menjelaskan timnya turun melakukan analisis kondisi jalan antarprovinsi sesuai data laporan yang selama ini menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.
“Kami terima laporan jika sejumlah titik jalur trans Sulawesi kerap menimbulkan kecelakaan. Makanya kita data, titik mana saja yang akan diperbaiki, selanjutnya dilaporkan ke Dinas PU Provinsi untuk dilakukan perbaikan,” ujar Kompol Natsir disela-sela kunjungannya, ke Sidrap, Jumat (5/2).
Dia menambahkan Dinas PU Sulsel berencana akan memperbaiki jalur-jalur yang rawan lakalantas. “Setelah dianalisis, memang harus ada pemeliharaan jalan. Semua jalur yang dianggap rawan akan diperbaiki tahun ini,” tandasnya.
Kasat Lantas Polres Sidrap, AKP Ikhsanuddin, menambahkan, secara umum kasus lakalantas di wilayahnya selama tahun 2015 cenderung menurun ketimbang tahun sebelumnya.
Meski demikian, angka kecelakaan yang sering terjadi yakni jalur titik trans Datae-Pucue poros Parepare-Sidrap-Wajo dan Sidrap-Soppeng.
“Selama tahun 2015 lakalantas yang ditangani mencapai 210 kasus diantaranya meninggal dunia 58 orang, luka berat orang dan luka ringan 222 pengendara. Tahun lalu, data ini mencapai 300 lebih kasus Lakalantas ditangani. Jadi cenderung menurun,” jelas Ikhsanuddin.
Untuk jumlah pelanggaran selama tahun 2015 mencapai 3.008 kasus — sanksi tilang 2.200 kasus dan teguran 808 kasus.
“Estimasi kami jumlah kerugian material mencapai Rp 779 juta,” bebernya.
Untuk itu pihaknya berupaya menekan angka pelanggaran terutama lakantalas dengan mengefektifkan operasi jalan raya. “Hampir setiap hari kita lakukan sweeping di empat titik jalur poros provinsi. Alhamdulilah bulan Januari hingga 5 Februari 2016 ini, baru ada 2 kasus lakalantas ditangani, jumlah pelanggar bisa ditekan, kesadaran masyarakat tertib berlalulintas dan mematuhi aturan sudah berkurang,” katanya.
Sementara aksi balapan liar terutama dengan kalangan remaja juga mulai berkurang. “Langkah pertama dilakukan mengintensifkan patroli pada malam hari. Hasilnya, tidak ada lagi laporan masyarakat soal balapan liar. Itu terus kita lakukan sistem pengawasan jalan raya,”paparnya.
Terkait kemacetan dan kesemrawutan lalulintas terutama jalur padat pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada pengguna jalan seperti Becak motor (Bentor) karena profesi ini juga jumlahnya di Kabupaten Sidrap cukup banyak.
“Jumlah Bentor mencapai 2000-an unit di Sidrap. Jadi kita lakukan pendekatan persuasif agar mereka beroperasi dijalur yang ditentukan dan tidak melintas di kawasan bebas jalan tertib berlalulintas,” tandasnya. (ady/C)



×


Dirlantas Analisis Trans Sulawesi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar