TAKALAR, BKM — Puluhan hektare (Ha) sawah yang terletak di sekitar Bendungan Bissua, Desa Towata, Kecamatan Polongbangkeng Utara, mengalami kekeringan. Sejak difungsikan pada tahun 2004, Bendungan Bissua tetap lancar mengairi 10.785 hektare areal persawahan di Kabupaten Takalar dan Kabupaten Gowa.
Hanya saja, keberadaan Bendungan Bissua tersebut tidak menguntungkan bagi warga yang memiliki sawah tadah hujan di sekitar bendungan tersebut. Terbukti, ada sekitar 60-an hektare sawah tadah hujan yang justru kekeringan. Areal persawahan itu, terletak di Dusun Salekowa dan Bellaka di Desa Towata, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Tidak untungnya petani yang bermukim disekitar bendung Bissua mengemuka saat legislator PDI Perjuangan, H Andi Noor Zaelan menggelar masa reses ketiga di wilayah tersebut.
”Ada kurang lebih 60 hektare sawah tadah hujan diasekitar Bendungan Bissua yang tidak pernah teraliri air dari bendungan tersebut. Kami berharap kedatangan anggota dewan Takalar dapat memberi solusi akan kondisi ini,” kata Daeng Bundu, warga Dusun Salekowa. Sabtu (31/10).
Menyikapi keinginan dan aspirasi warga sekitar Bendungan Bissua, H Andi Noor Zaelan berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut ke Pemerintah Kabupaten Takalar.
”Cukup memprihatinkan memang jika kondisi ini tidak disikapi. Insya Allah keluhan warga akan saya perjuangkan demi untuk kesejahteraan petani,” ucap Andi Noor Zaelan. (ira/b)
Puluhan Hektare Sawah Sekitar Bendungan Bissua Kekeringan
×

