JAKARTA, BKM — Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Sunarso, menjelaskan perihal kinerja perusahaan yang mencatatkan laba bersih konsolidasi pada 9 bulan pertama tahun ini mencapai Rp14,12 triliun, atau turun 43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp24,78 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2020 yang baru dipublikasikan Rabu ini (11/11), laba bersih secara individual Bank BRI pada periode 9 bulan hingga September 2020 itu mencapai Rp14,05 triliun, juga turun 43,27 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp24,77 triliun.
”Saya sampaikan bahwa prioritas yang harus kita pilih disituasi seperti sekarang begini penuh ketidakpastian kita harus pilih fixing strategi ke mana,” kata Sunarso dalam acara launching BRI Micro & SME Index secara virtual di Jakarta, Rabu (11/11).
Sunarso mengatakan, laba tidak akan setinggi tahun lalu, tapi tetap positif. ”Pilihannya kita kejar laba atau selamat dulu. Jadi kalau ditanya kejar untung atau selamat, saya sebagai CEO bank besar ini pilih selamat dulu. Cari bantalan dulu,” tegasnya.
Dia mengatakan, laba tetap positif tahun ini, tapi tidak sebesar tahun lalu lantaran adanya restrukturisasi kredit yang membutuhkan pencadangan cukup dan memadai. Sehingga menjamin keberlangsungan bisnis.
”Tetap di-manage hati-hati, pencadangan cukup, kalau ada pendapatan tidak diambil tahun ini, dicadangkan ke aset jadi bantalan cadangan memadai,” katanya.
Meski demikian harus tetap tumbuh,. Pilihan strateginya adalah bisnis follow stimulus, likuditas melimpah bukan karena dana banyak, tapi loan demand menurun. Menurut dia, belum bisa pacu kredit lantaran permintaan turun. Sebab itu yang harus diangkat adalah permintaan itu sendiri.
”Permintaan pasar ga bisa dibantu sektor bisnis saja, negara bantu stimulus, bantuan dan subsidi, dikelompokkan tiga, government spending, kalau ga government investment, kalau tidak maka bisa government guarantee,” katanya.
Dari sisi pendapatan bunga bersih serta pendapatan premi secara konsolidasi pada periode tersebut mencapai Rp53,08 triliun, turun 12,79 persen dari sebelumnya Rp60,87 triliun. Sementara itu, pendapatan bunga bersih mencapai Rp56,05 triliun, turun 7,8 persen dari September 2019 yakni Rp60,8 triliun.
”Pertumbuhan kredit di sisa 2 bulan sampai akhir 2020 4 sampai 5 persen. Kalau laba agak susah, saya kira gini bahwa Q3 ini kuartal yang boleh dikatakan bottoming (paling bawah kinerja), jadi Q4 mudah-mudahan ada peningkatan,” kata Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI, dalam kesempatan itu. (int)
Laba Bersih BRI Tetap Positif
×

