BANTAENG, BKM — Ketua panitia pelaksana Hari Jadi Bantaeng ke-766 (7 Desember 1254 – 7 Desember 2020), H Muh Haris, Minggu (6/12), mengatakan, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah dijadwalkan menghadiri upacara puncak HJB, tiba-tiba berubah dan hanya mengikuti secara virtual.
Haris yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bantaeng, membeberkan, pelaksanaan HJB kali ini dirayakan secara sangat sederhana karena pandemi Covid-19.
“Sangat sederhana upacaranya. Peserta atau yang diundang pun dibatasi”, ujarnya.
Dikemukakan Haris, upacara HJB ke-766 yang akan dilaksanakan, Senin (7/12), bertempat di ruang sidang paripurna DPRD Bantaeng. Pesertanya dibatasi hingga 50 undangan saja. “Cuma 50 undangan yang diperbolehkan masuk di ruang sidang. Tidak ada tenda yang dipasang di pelataran parkir seperti tahun sebelumnya”, ucapnya.
Menurut Haris, peserta yang diundang menjalani tes swab dan dinyatakan negatif terpapar Covid-19. Kalau terkinfirmasi positif, kata dia, otomatis ditolak kehadirannya dan harus menjalani karantina atau isolasi mandiri.
Ditambahkan Haris, Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin, dipastikan tidak hadir karena terkonfirmasi positif Covid-19. “Kan beliau terkonfirmasi positif. Jadi dia tidak bisa hadir karena harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari”, imbuhnya.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Bantaeng, dr Armansyah, mengungkapkan, sebanyak 45 sampel hasil tracing di kantor bupati yang dikirim ke Makassar. Hasilnya, kata dia, 13 terkonfirmasi, 5 diantaranya adalah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sejalan dengan Haris, Armansyah menambahkan, selain undangan, semua anggota dewan yang berjumlah 25 orang akan menjalani tes swab PCR.
Armansyah tidak menyebut pimpinan OPD yang terkonfirmasi positif Covid-19. Namun viral di medsos, selain Bupati yang mengumumkan dirinya positif, juga Kadis Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Syahrul Bayan, Kadis Sosial Syamsir, Kepala BKPSDM Muslimin, Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Anwar Hamido. (wam/C)
HJB ke-766, Gubernur Ikut Virtual
×

