MAKASSAR, BKM–Hasil rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar dan daerah lainnya menempatkan tiga perempuan sebagai pemenang, sementara dua perempuan lainnya kalah.
Ketiga perempuan yang menang yakni fatmawati Rusdi dari Makassar, Suhartina Bohari dari Maros dan Indah Putri Indriani dari Luwu Utara.
Fatma sudah mendapat ucapan selamat dari tim, relawan bahkan dari rivalnya. Fatma maju mendampingi Mohammad Ramdhan Pomanto. Hal sama juga dialami Indah Putri yang telah mendapat ucapan selamat. “Bagi kami, ini adalah kemenangan kita semua, kemenangan rakyat Luwu Utara. Kita harus tetap menghargai proses dan tetap menunggu hasil rekapitulasi manual KPU,” kata Indah Putri , Senin (14/12).
Indah maju berpasangan dengan Suaib Mansur, dari perhitungan cepat sejumlah lembaga survei unggul dari dua pasangan calon lainnya. Termasuk perhitungan cepat partai pengusungnya, duet BISA unggul jauh dari dua rival politiknya.
Hal senada, calon wakil Bupati terpilih. Suhartina Bohari menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras selama tahapn pilkada Maros berlangsung.
“Bagi saya dan tim (Hati kita keren), kemenangan Maros Keren adalah kemenangan bersama yang sangat luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan, jaringan dan keluarga yang telah berjuang dengan ikhlas dan tanggung jawab untuk memenangkan kami berdua,” katanya melalui sambungan seluler.
Dua permpuan yang kalah yakni Hj Murniati Makking di Bulukumba dan dr Etha R di Toraja Utara.
Pengamat politik Unismuh Makassar, Dr Luhur A Priyanto mengemukakan bila eksistensi perempuan yang unggul di kontestasi politik 2020 menandakan ruang politik yang semakin inklusif.
“Politik Pilkada tidak terlalu maskulin. Perempuan sudah punya akses yan setara laki-laku untuk tampil,” katanya.
Kendati peluang masih tipis. Karena pilkada Sulsel dari lima calon mewakili perempuan. Dia mengatakan, memang kehadiran mereka belum sepenuhnya mewakili investasi politik yang di bangun secara mandiri. Secara umum, mereka masih berada di bawah pengaruh patronase suami dan atau keluarga. Modal itu pula lah di transformasi menjadi dukungan elektoral. (ita/rif)
Tiga Perempuan Terpilih, Dua Kalah
×

