pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

KBI Lakukan Transformasi Human Capital

MAKASSAR, BKM — Implementasi tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), tidak akan berjalan baik dan mendapatkan hasil maksimal apabila hanya dituangkan dalam aturan maupun tatanan.
Diperlukan langkah lebih dalam. Yaitu dengan membudayakan dan membumikan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik tersebut kedalam kegiatan korporasi sehari-hari, dan dilakukan oleh segenap sumber daya manusia yang ada.
Untuk itu, Transformasi Human Capital untuk membentuk SDM yang berkompentensi dan berakhlak sangat penting untuk implementasi serta membudayakan prinsip GCG tersebut. Demikian disampaikan Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) ketika memberikan kuliah umum di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia.

Fajar Wibhiyadi mengatakan, terkait penyiapan sumber daya manusia, PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) telah melakukan proses transformasi human capital sejak beberapa tahun lalu. Proses transformasi human capital ini merupakan bagian dari sebuah proses transformasi korporasi yang dilakukan KBI, dalam upaya menjadi perusahaan yang lincah dalam menghadapai era VUCA dan disrupsi.

”Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip GCG, serta membudayakan dalam kegiatan operasional sehari-hari, tidak hanya dibutuhkan SDM yang memiliki kompetensi, tapi juga memiliki akhlak. Untuk itu KBI juga telah menerapkan Core Value BUMN yaitu AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) dalam pengembangan sumber daya manusia. Salah satunya adalah dengan mengadopsi nilai-nilai akhlak ke dalam penilaian karyawan (Individual Behavior Appraisal),” kata Fajar.
Dikatakan, pemahaman tentang AKHLAK ini tentunya sangat penting, untuk menjadikan SDM yang tidak hanya memiliki kompetensi, tapi mereka juga memiliki akhlak yang baik. Selain itu, internalisasi AKHLAK merupakan bagian dari upaya KBI untuk memastikan pelaksanaan tata kelola perusahaan dapat berjalan dengan baik dan benar.

Dalam implementasi GCG, PT KBI (Persero) telah melakukan self assessment atas evaluasi penerapan Good Corporate Governance (GCG) sesuai Indikator/Parameter Penilaian Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada Badan Usaha Milik Negara sesuai SK-16/S.MBU/2012, yang mencakup enam aspek governance.
Yaitu aspek komitmen terhadap penerapan tata kelola secara berkelanjutan, aspek pemegang saham dan RUPS, aspek dewan komisaris, aspek direksi, aspek pengungkapan informasi dan transparansi, dan aspek lainnya.
Berdasarkan hasil self assessment yang ada, hasil penilaian menunjukkan bahwa penerapan Tata Kelola yang Baik pada PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) tahun 2019 mencapai predikat kategori ‘Baik’ dengan skor 78,319 dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembanguna (BPKP)

Fajar Wibhiyadi menambahkan, “Sebagai pendukung pelaksanaan GCG, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) juga telah mengimplementasikan ISO 9001 tahun 2015 tentang Sistem Manejemen Mutu, ISO 37001 tahun 2016 Tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan, serta ISO 27001 tahun 2013 tentang Manajemen Sistem Keamanan Informasi.
Adanya sertifikasi ini tentunya akan menjadi landasan untuk menjadikan KBI sebagai korporasi yang siap dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Dimana pada akhirnya akan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan Good Corporate Governance yang pertama kali diperkenalkan di Indonesia sekitar tahun 1998, merupakan seperangkat peraturan yang menetapkan hubungan antara pemangku kepentingan pengurus, pihak kreditur, pemerintah, karyawan serta para pemegang kepentingan internal dan eksternal lainnya sehubungan dengan hak-hak dan kewajiban mereka, atau dengan kata lain sistem yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan. (mir)



×


KBI Lakukan Transformasi Human Capital

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar