MAKALE, BKM — Ketua Bapemperda DPRD Tana Toraja Dr Kristian HP Lambe mengaku kecewa lantaran reses masa sidang tiga tahun 2020 dibatalkan dengan dalih tidak ada uang.
”Mengherankan kalau alasan uang habis tugas politik anggota dewan menjaring aspirasi masyarakat (Asmara) dibatalkan, sebab jadawal reses sudah disusun jauh hari sebelumnya,” ujar Kristian, Selasa (29/12).
Apalagi APBD Tana Toraja tahun 2020 sudah satu trilium lebih, kemana uang sebanyak itu. Demikian pula anggaran Covid-19 Tana Toraja yang dinilainya fantastis Rp 74 milyar berbanding terbalik dengan melonjaknya cluster Covid-19 pasca Pilkada. Bahkan sudah membawa korban jiwa, lagi-lagi anggaran sudah habis.
Mewakili partai Demokrat pengusung Paslon Theofilus-Zadrak (The-Za) yang memenangkan Pilkada lalu mendesak BPK, BPKP, dan KPK segera melakukan audit khusus APBD Tana Toraja 2020 dan anggaran Covid-19 karena mencurigakan pengelolaannya yang dinilainya tidak transparan dan akuntabel.
”Saya minta maaf kepada segenap masyarakat yang saya wakili di Dapil 1 Kecamatan Makale dan Makale Selatan dengan pembatalan ini,” tandasnya.
Menurutnya hanya melalui reses di Dapi) masing-masing sehinga bisa mendengarkan keluhan masyarakat mendengar, menyerap, dan menjaring aspirasi rakyat untuk diperjuangkan dewan yang penganggarannya empat bulan sekali atau tiga kali setahun sesuai tata tertib DPRD Tana Toraja. (gus/C)
Legislator Kecewa Reses Dibatalkan
×

