pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kemendag Dorong Importir Terkait Stok Kedelai

JAKARTA, BKM — Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melakukan koordinasi dengan importir kedelai. Sehingga pengrajin dan masyarakat tidak perlu kuatir harga tempe dan tahu melonjak drastis.
”Kemendag terus mendorong dan berkomunikasi dengan para importir terkait stok kedelai. Yang pasti, langkah kita melalui berbagai stakeholder dan pengrajin untuk tetap berproduksi,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Suhanto, seperti dikutip dari salah media, Minggu (3/1).
Dirinya menjelaskan, adanya kenaikkan tersebut diakibatkan lonjakan permintaan kedelai dari Tiongkok kepada Amerika Serikat selaku eksportir kedelai terbesar dunia. Pada Desember 2020 permintaan kedelai Tiongkok naik 2 kali lipat, yaitu dari 15 juta ton menjadi 30 juta ton.
”Kondisi ini memang kondisi dikarenakan kondisi global yang tidak bisa kita hindari karena harga dunia yang naik akan berimbas pada biaya produksi di dalam negeri,” ujarnya.
Menurutnya, di Indonesia kebutuhan masyarakat akan tahu dan tempe masih tinggi. Namun produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi sebesar 33 persen saja. Oleh karena itu Kemendag terus berupaya melakukan impor untuk bisa menyediakan bahan baku untuk pengrajin tahu dan tempe.
”Kita tahu bahwa produksi dalam negeri hanya baru bisa mengkafer 33 persen dari kebutuhan nasional artinya kita masih sangat tergantung sekali dengan impor untuk kedelainya. Impor kedelai yang paling besar itu dari Amerika Serikat, berbarengan dengan itu adanya pandemi covid-19 itu secara global produksi kedelai menurun,” jelasnya.
Selama ini China melakukan impor bahan baku kedelai dari Amerika Serikat. Di tengah pandemi, China melakukan impor besar-besaran. Oleh sebab itu terjadi saling berebut dengan negara lain, termasuk Indonesia. (int)



×


Kemendag Dorong Importir Terkait Stok Kedelai

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar