SIDRAP, BKM — Penyidikan kasus penipuan cyber crime atau Sobis yang diungkap Polres Sidrap Rabu (10/2) lalu, terus didalami penyidik. Para tersangka mengaku hanya dalam tempo sebulan, komplotan Sabri Cs pernah meraup untung hampir Rp 1 miliar.
Penyidik menduga adanya ketelibatan pihak salah satu bank guna melancarkan aktifitas para pelaku. Muh Sabri (40) satu dari tujuh tersangka ternyata mantan karyawan outsourcing Bank BRI di Kabupaten Sidrap.
Dari pengakuannya sekali beraksi dia mendapatkan jatah 2 persen dari nilai total transaksi. “Kalau nilainya Rp100 ribu, saya dapat Rp20 ribu, paling banyak dapat Rp500 ribu,”ungkap Sabri kepada penyidik.
Mantan karyawan yang bekerja sekitar 4 bulan di Bank BRI ini menggunakan ATM Mini untuk melancarkan transfer uang masuk dari hasil penipuan.
“Saya tugasnya pegang ATM mereka, jika ada transaksi masuk dari korban langsung saya pindahkan ke rekening pribadi milik teman saya,”jelas Sabri.
Adanya keterlibatan pihak bank ditengarahi setelah adanya barang bukti yang disita polisi berupa ATM mini. ATM berukuran kecil itu fungsinya untuk melayani transaksi perbankan non tunai dan self service, sebagaimana halnya fitur-fitur fasilitas yang tersedia di ATM, seperti transaksi informasi saldo, informasi mutasi, transfer maupun transaksi pembayaran tanpa uang tunai.
Kapolres Sidrap, AKBP Anggi Naulifar Siregar membenarkan hal itbt. Dia mengakui penyidik akan memanggil pihak BRI Cabang Sidrap terkait kepemilikan ATM Mini yang dibawa salah satu pelaku.
“Kita akan panggil pihak bank untuk klarifikasi untuk mengetahui aliran dana hasil kejahatan ditransfer kemana saja,”papar Kapolres Jumat (12/2) lalu.
Anggi menambahkan, sindikat penipuan online ini berpenghasilan tinggi dengan omzet ratusan hingga miliaran rupiah tiap bulan. Setiap berhasil menipu korbannya antara Rp5 hingga Rp25 juta.
“Kalau melihat hasil transkasi rekening para pelaku, omzetnya miliaran rupiah, bulan kemarin (Januari, red) saja mereka pernah dapat total uang hasil menipu sobis hingga Rp900 juta. Nah semua aliran dana ini masih kita selidiki,”tegas Anggi.
“Korbannya terdeteksi di Sidoarjo dan Bandung. Penyidik akan mendatangi korban dan mengambil keterangannya selaku pelapor,” tandansya. (ady/C)
Sebulan, Pelaku Raup Untung Rp900 Juta
×

