JAKARTA, BKM — Investor asing perlahan-lahan keluar dari pasar saham Tanah Air. Tercatat sejak awal bulan Februari ini, investor asing belum pernah membukukan aksi beli bersih. Pada akhir perdagangan Selasa (2/2), investor asing kembali membukukan jual bersih atau net sell senilai Rp543,04 miliar.
Kendati demikian, sejak awal tahun investor asing masih membukukan beli bersih atau net buy senilai Rp9,78 triliun. Saham PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) terpantau yang paling banyak dibeli pada perdagangan hari ini.
Investor asing tercatat mengakumulasikan saham FREN sebanyak 39,34 juta saham.
Selanjutnya saham PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) juga banyak diburu dengan volume beli bersih sebanyak 23,38 juta saham.
Begitu pula saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) dibeli investor asing dengan volume 18,20 juta saham. Pada saat yang sama, IHSG ditutup turun 0,39 persen menjadi 6.043 pada hari ini. Terpantau 228 saham menguat, 250 saham melemah, dan 148 saham tagnan.
Komisaris Bursa Efek Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan, aksi jual maupun aksi beli dari investor asing terlihat sudah tidak lagi berpengaruh banyak seperti tahun-tahun sebelumnya.
”Faktanya, pergerakan lebih banyak dari ritel (domestik),” kata Pandu, Senin (1/2).
Dia menjelaskan, transaksi saham oleh investor asing di pasar modal Tanah Air lebih mudah ditimbang karena biasanya investor tersebut mengenal dengan baik saham yang akan dijual maupun dibeli.
Di sisi lain, investor ritel domestik yang jumlahnya melonjak dalam beberapa tahun terakhir ini lebih banyak membeli atau menjual saham karena mengikuti kerumunan (following the crowd).
Tim Analis Indo Premier Sekuritas menjelaskan, penurunan IHSG pada hari ini terjadi setelah investor domestik melakukan panic selling pada sesi I perdagangan setelah saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) terkena batas bawah auto reject. (int)

