pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tetap Ramai Meski Ditengah era IT

Mengintip Aktifitas Perpustakaan di Balai Kota (1)

PERKEMBANGAN informasi dan teknologi (IT) terbilang pesat. Sejak penggunaan komputer dan internet, masyarakat mulai dimanjakan dengan berbagai kebutuhan informasi yang sangat mudah diakses dan disimpan.

Laporan: ARIF AL QADRY

Dunia seolah menjadi begitu sempit dan benar-benar tidak berbatas. Bagi perpustakaan, kehadiran teknologi informasi dan komunikasi dapat menimbulkan kekhawatiran yang dalam apakah perpustakaan bisa bertahan hidup atau tidak?.
Ternyata kehadiran teknologi informasi tidak terlalu mempengaruhi minat baca masyarakat di perpustakaan.
Seperti halnya minat baca yang tinggi dari sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di Perpustakaan milik Kota Makassar ini.
Perpustakaan Kota yang berada di lantai dasar Kantor Balai Kota Makassar, Jalan Ahmad Yani, masih saja diramaikan oleh pengunjung baik pegawai maupun masyarakat umum.
Khusus pegawai, mereka lebih menyukai membaca sejumlah media cetak yang sudah tersusun rapi diatas meja baca usai mengikuti apel pagi.
Perpustakaan kota hanya memiliki ukuran panjang ruangan sekitar delapan meter dengan lebar empat meter. Di ruangan tersebut hanya dijaga oleh empat orang staf dari Badan Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar yang selalu siap melayani para pengunjung. Beberapa komputer pengolahan data juga nampak terlihat ditiap-tiap meja para staf yang menjaga perpustakaan.
Sementara ribuan literatur buku-buku juga terlihat tersusun rapi didalam etalase baik yang terbuat dari kayu ataupun yang tebuat dari kaca. Setiap rak buku ditempelkan judul buku yang dapat memudahkan para pengunjung mencari buku yang dibutuhkan.
Di dalam perpustakaan kota juga terdapat sebuah meja yang burukuran panjang tiga meter dan lebar tiga meter dengan enam buah kursi yang disediakan untuk pengunjung yang ingin duduk sambil membaca buku.
Sebelum meminjam buku untuk dibaca di tempat, para pengunjung terlebih dahulu mengisi daftar tamu di kertas selembar yang telah disedikan oleh penjaga perpustakaan kota. Lembaran kertas sudah terisi nama, pekerjaan, umur, dan paraf.
Fungsional Pustakawan, Nurkausiani di depan penulis mengatakan, selama berada didalam perpustakaan kota, pengunjung tidak diperbolehkan untuk membaca buku sambil duduk melantai, karena ruang didalam perpustakaan kota terlihat sempit sehingga pengunjung lainnya yang ingin mencari buku merasa tidak tergangu selama didalam perpustakaan kota.
Menurutnya, selain para pegawai lingkup Pemkot Makassar, para pengunjung perpustakaan kota juga ramai dikunjungi oleh mahasiswa ataupun pelajar SD, SMP dan SMA yang ingin mengerjakan tugas dengan mencari bahan referensi dari buku yang ada di perpustakaan kota.
Sesuai daftar hadir yang dilihat dari kertas selembar setiap harinya, ia mengaku mencatat setiap hari pengunjung perpustakaan hanya dikunjungi 12 pengunjung.
“Setiap hari perpustakaan kota paling dikunjungi 12 pengunjung, kecuali kalau pas ada kegiatan pelajar di Balai Kota Makassar mereka biasa juga menyempatkan waktu untuk membaca buku didalam sini,” katanya.
Dari ribuan buku yang disediakan, buku seni budaya, ekonomi dan administrasi negara yang paling banyak dibaca oleh pelajar mulai dari tingkat SMA sampai mahasiswa. Sedangkan untuk anak SD yang datang kebanyakan hanya mencari buku cerita kisah hidup dan dongeng.
Untuk dapat mempertahankan kualitas kertas buku yang disediakan agar tidak dimakan rayap, tambah Nurkausiani, pihak perpustakaan kota setiap tahun melakukan penyemprotan cairan yang disebut pumigasi didalam rak bukup-buku yang tersimpan, agar tidak mudah rusak.
“Ditahun 2015 kemarin, kami mencatat sebanyak 1.005 orang yang meminjam buku di perpustakaan kota dengan jumlah eksamplar yang keluar sebanyak 2.275. Sementara di tahun 2016 ini data pengunjung yang meminjam buku yang terhitung sejak awal 1 Januari hingga 15 Februari tercatat sebanyak 17 pengunjung dengan jumlah 34 eksamplar yang dipinjam,” ucapnya. (arf/b)



×


Tetap Ramai Meski Ditengah era IT

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar