MAKASSAR, BKM–Kontestasi pemilihan bupati (pilbup) di kabupaten Wajo yang akan digelar 2024 mendatang juga mulai menghangat.
Gaung pilbup mulai terasa karena dua Amran bisa saja tidak akan menyatu dan akan bersaing memperebutkan dukungan partai politik serta suara masyarakat.
Petahana bupati Amran Mahmud dan wakil bupati Amran SE masih berpeluang kembai bersama dan tidak tertutup kemungkinan akan bersaing di pilbup nanti.
Apalagi jika dua politisi yang pernah maju kembali menjadi rival yakni politisi Golkar dr Baso Rahmanuddin serta politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Anwar Sadat bin Abdul Malik juga kembali maju dan bersatu.
Pada pilbup Wajo 2018 lalu, perolehan suara pasangan Amran Mahmud-Amran SE (PAMMASE) unggul yakni 130.035 suara atau 57,95 persen dari pasangan dr Baso Rahmanuddin-Anwar Sadat (BARAKKA) yang hanya 130.035 suara atau 57,95 persen,
Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menilai jika petahana berpotensi besar akan maju dengan bersaing memperebutkam kursi calon bupati 2024, alasannya adalah karna kedua nya berkarakter pengatur.
Menurut Suwadi, Wabup Amran SE sebenarnya berkarakter pengatur karna selama ini dia adalah pemimpin di dunia usahanya, jadi sangat susah dia bisa bertahan lama diatur oleh bupati Amran Mahmud.
Alasan kedua, Amran SE selaku wakil bupati akan rugi jika hanya berada diposisi wakil bupati lagi 2024, sebab selaku orang sukses di dunia usaha, tentu ini kurang menguntungkan dunia usahanya.
“Pilkada Wajo kemungkinan besar akan kembali di ikuti dr Baso Rahmanuddin yang kalah 2018 lalu. Artinya besar kemungkinan pilkada Wajo berpotensi tiga pasang, atau tidak menutup kemungkinan muncul figur baru meramaikan pilkada Wajo 2024,”ucap Suwadi, Rabu (24/3).
Selain Dua Amran, dr Baso dan Anwar Sadat muncul juga politisi Demokrat Selle KS Salle, politisi PPP Sulsel Andi Nurhidayati, ketua Nasdem Andi Gusti Makkarodda. (rif)
Dua Amran Bisa Pecah di Wajo
×

