pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Perusahaan Otobus dan Rental Menjerit

Dampak dari Larangan Pemerintah Musik Lebaran

LARANGAN mudik ramadan dan lebaran tahun 2021 yang diberlakukan untuk aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai swasta ternyata memberikan dampak negatif bagi usaha transportasi seperti perusahaan otobus (PO) dan pemilik rental mobil. Mereka dipastikan menjerit karena pendapatan mereka akan turun drastis.

Laporan: ARIF AL QADRY

General Manajer New Liman, Herman Nurmanti, kepada BKM, Senin (29/3) mengatakan, larangan mudik ramadan sampai lebaran yang dikeluarkan pemerintah tentunya secara langsung memberikan pengaruh terhadap omzet. Apalagi jika larangan itu diberlakukan buat masyarakat umumnya.
“Adanya larangan mudik lebaran dari pemerintah tentu semakin membuat kami menjerit. Tidak ada lagi masyarakat berani berkunjung ke kampung halaman mereka menggunakan jasa transportasi darat,” kata Herman.
Seharusnya jelas Herman, pemerintah juga memikirkan nasib para pekerja di PO. Apalagi, dampak pandemi covid-19 ini telah dirasakan sejak tahun lalu karena kurangnya pendapatan. Padahal pihaknya berharap tahun ini omzet bisa bertambah karena adanya momen bulan ramadan dan idul fitri.
“Perlu ada solusi yang terbaik dari pemerintah dengan memikirkan kami di PO. Kalau bisa, janganlah ketat seperti itu. Mungkin dapat memperketat setiap penumpang wajib menerapkan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun, mengantongi sertifikat vaksin atau surat bebas covid,” ucapnya.
Herman menambahkan, animo masyarakat mudik ramadan dan lebaran sudah mulai berkurang. Ditambah lagi adanya keputusan larangan mudik di tahun ini yang tentunya diprediksi akan semakin sepi. Biasanya, animo masyarakat mudik sudah bisa terlihat pada H-7 lebaran.
“Tahun lalu tidak ada penambahan armada. Tahun ini juga pasti sama bahkan ada pengurangan armada beroperasi karena kurangnya penumpang yang mudik. Tentu kami merasa dirugikan,” akunya.
Untuk sekarang ini, kami memiliki sembilan armada dengan kapasitas 33 sampai 35 penumpang. Jumlah mobil atau armada itu mengurang dibandingkan tahun sebelum masuknya covid-19 yang bisa belasan armada beroperasi.
Untuk tarif penumpang disesuaikan dengan type bus yang digunakan. Ada menggunakan AC dan VIP mulai dari harga Rp280 ribu sampai Rp300 ribu.
Hal senada dikatakan Rasyid, pemilik rental mobil. Menurutnya, larangan mudik dari sisi bisnis sangat merugikan, tapi demi kepentingan bersama, ia tetap menerima dan patuh terhadap aturan tersebut.
“Biasanya sebelum ramadan sudah ada yang booking. Tapi sampai saat ini belum ada satu pun yang datang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, biasanya konsumen sudah mulai melalukan booking atau pemesanan sejak awal bulan Ramadan.Sedangkan yang tanpa booking mulai ramai di H-7 sampai H-1 lebaran.(*)



×


Perusahaan Otobus dan Rental Menjerit

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar