MAROS, BKM — Polres Maros, Polda Sulawesi Selatan menempatkan personel ke seluruh gereja untuk pengamanan rangkaian Hari Raya Paskah. Pengamanan dilakukan terbuka maupun tertutup dengan melibatkan personel gabungan TNI dan Polri, Sabtu (3/4).
Kapolres Maros, AKBP Musa Tampubolon, mengatakan, sedikitnya ada 120 personel yang dilibatkan dalam kegiatan pengamanan. Mereka disebar ke setiap gereja yang melaksanakan kegiatan rangkaian ibadah Paskah.
”Pada rangkaian Hari Paskah ini kami menurunkan sebanyak 120 personel gabungan dari TNI dan Polri. Semuanya kami sebar ke 18 gereja yang ada di Kabupaten Maros utamanya yang melaksanakan kegiatan ibadah,” katanya.
Tak hanya itu, pengamanan juga dilakukan di sejumlah objek vital di Kabupaten Maros, termasuk setiap markas polisi. ”Keamanan Mako juga kami perketat untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi. Namun pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasanya,” katanya.
Kapolres Maros juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu takut dan memberikan jaminan keamanan dalam rangkaian ibadah Paskah umat Nasrani.
”Warga kami minta untuk tetap tenang. Dan kepada umat Nasrani yang merayakan rangkaian kegiatan Paskah agar percaya dengan aparat keamanan dan tidak mudah terprovokasi. Jika ada hal yang mencurigakan, segera koordinasi dan laporkan kepada aparat terdekat. Kami memberikan jaminan keamanan selama perayaan Paskah ini berlangsung,” utup Kapolres.
Sebelumnya, paska penyerangan bom bunuh diri di gereja Katedral Kota Makassar, Polres Maros telah menempatkan personel untuk melaksanakan pengamanan di sejumlah gereja dengan dipersenjatai lengkap.
Sementara itu, terkait peristiwa bom bunuh diri di depan gereja Katedral Makassar, Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL) meminta kepada warga agar tetap tenang paska terjadinya dugaan bom bunuh diri di depan gereja Katedral Makassar.
”Atas kejadian bom di depan gereja Katedral, Makassar, saya selaku bupati Pangkep, mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terprovokasi,” ujar MYL, Rabu (31/3).
Mantan ketua DPRD Pangkep itu mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengguna media sosial agar tidak mengunggah dan membagikan gambar berupa foto atau video yang dapat melemahkan atau membuat keresahan di masyarakat.
”Mari kita jaga keluarga dan lingkungan kita. Tetap jaga persatuan dan kesatuan kita, baik antara suku dan agama,” imbau MYL. (ari-udi/c)
Ratusan Personel Gabungan Jaga Gereja di Maros
MYL Minta Warga Tetap Tenang
×

