MAKASSAR, BKM–Masyarakat mengeluhkan gelapnya pusat Kabupaten Takalar di malam hari karena lampu penerangan jalan umum di segel oleh PLN dengan alasan tunggakan pembayaran sudah ratusan juta tidak dibayarkan Pemda setempat.
Olehnya itu, politisi Partai Golkar Sulsel Fahruddin Rangga mempertanyakan lampu jalan yang tidak berfungsi di daerah tersebut.
“Kondisi gelap gulita ini sudah dua pekan, kalau saya diam nanti rakyat marah juga sama saya. Saya jadi tempat keluh kesah masyarakat,” ujar Rangga, Kamis (8/4).
Menurut legislator Golkar Sulsel asal daerah pemilihan Takalar dan Gowa ini, dirinya mempertanyakan manakala tidak dibayarkan anggaran nya digunakan untuk apa, karena tidak ada alasan yang bisa membenarkan kalau sampai dana Pajak Penerangan Jalan (PPJU) Umum.
“PPJU digunakan untuk kepentingan lain apalagi kalau yang sifatnya hanya kepentingan menyenangkan pimpinan daerah, ndak benar itu,” tegas Rangga.
Menurutnya, PPJU itu rakyat yang bayar secara langsung ketika membayar beban rekening listriknya, jadi jangan seenak perut digunakan ke hal lain.
“Kasihan rakyat sudah bersusah payah dibebani tetapi tidak dapat menikmati. Kota gelap gulita seperti ini tentu akan mengundang orang orang jahat merajalela beraksi memanfaatkan kondisi kegelapan begini,” terangnya.
Rangga menambahkan bila jadi pemimpin jangan bermasa bodoh merasa tak berdosa, seolah olah itu bukan tanggungjawab nya atau mau cari kambing hitam untuk dipersalahkan dalam keadaan kota Takalar gelap gulita seperti ini.
Sebagai wakil rakyat dari Butta Panrannuangku sangat miris melihat keadaan ini, dia banyak ditempati mengeluh oleh masyarakat dengan keadaan kota Takalar gelap gulita seperti ini.
“Sederhana keluhannya mana uang pajak penerangan jalan yang kita bayar perbulan kenapa kita menikmat kegelapan di malam hari,”tanya Rangga. (rif)
Prihatin dan Pertanyakan Dana PPJU Pemkab
×

