GOWA, BKM — Badan Urusan Logistik (Bulog) Makassar akhirnya menemui Bupati Gowa. Menyusul kesulitan yang dialaminya dalam penyaluran beras kepada masyarakat. Padahal, stok melimpah ruah.
Hal itu dikemukakan Pimpinan Cabang (Pimcab) Bulog Makassar, Harisun, kepada bupati yang diwakili Wabup Gowa, Abd Rauf Malaganni, saat melakukan audiens ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Selasa siang (27/4).
Menurut Harisun, saat ini pihaknya sangat kesulitan melakukan penyaluran beras sementara stok beras terus bertambah.
Dikatakan, stok beras saat ini lebih dari cukup.
”Untuk hasil panen penyerapan lokal sudah mencapai 2.000 ton. Belum lagi stok hasil panenan tahun 2020 yang masih tersisa sebanyak 850 ton. Itu artinya, saat ini kami punya stok 2.850 ton. Dan itu sama sekali tidak tersalurkan,” jelas Harisun kepada Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni.
Kepada Pemkab Gowa, Harisun membeberkan kesulitan Bulog saat ini adalah soal penyaluran.
”Karena itu kami datang ke pak bupati Gowa dan diterima pak wakil bupati untuk meminta solusi dan sinergi terkait kesulitan kami tersebut (penyaluran). Sebab dikuatirkan ribuan stok ini akan lama tersimpan di gudang dan akan terus bertambah. Sebab saat ini panen masih terus berlangsung,” ungkap Harisun.
Diakuinya, hingga saat ini tidak ada penugasan penyaluran dari pemerintah. Sehingga membuat pihak Bulog kesulitan dan resah.
”Hari ini gudang-gudang Bulog rerata sudah sangat dipenuhi beras hasil panen lokal tahun ini. Dan kami kuatirkan mungkin dalam satu bulan ini seluruh gudang Bulog yang ada akan penuh. Sementara masa panen masih berlangsung. Karena itu, keterlibatan pemerintah dalam hal ini sangat dibutuhkan dalam rangka penyaluran beras-beras ini. Itulah sehingga kami datang bersilaturahmi sekaligus menyampaikan kesulitan kami ini kepada pak bupati Gowa,” kata Harisun.
Dijelaskan Harisun, Bulog Makassar ini membawahi lima kabupaten kota, yakni Makassar, Maros, Gowa, Takalar, dan Pangkep.
Terkait masalah tersebut, Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni, mengatakan, apa yang menjadi masalah bagi Bulog ini akan ditampung untuk dilaporkan ke bupati Gowa agar segera ada solusinya.
Salah satu yang akan dilakukan Pemkab Gowa adalah memungsikan koperasi daerah (Kopda). Sehingga beras-beras bisa disalurkan ke sana dan para pegawai bisa mengambil beras di Kopda tersebut. (sar)

