POLMAN, BKM — Puluhan bangunan rumah yang selama ini berjejer di pinggir ledeng Kelurahan Sidodadi area Pasar Wonomulyo sukses digusur dan lokasinya sudah tertata dengan rapi. Setiap hari lokasi tersebut hanya menjadi lokasi parkir
mobil mewah milik warga.
Untuk memanfaatkan lahan kosong tersebut, warga sekitar mengusulkan kawasan tersebut disulap jadi Pasar Malam agar kedepan bisa memberi manfaat bagi para pedagang khususnya pedagang kaki lima yang ingin berjualan.
Jika usulan Pasar Malam ini terwujud maka dapat meminimalisir penggunaan badan jalan yang digunakan menjual dimalam hari sehingga fungsi jalan umum beralih jadi pasar yang cukup mengganggu kendaraan umum yang melintas. Mereka menggunakan badan jalan untuk berjualan.
Seperti jalur jalan R Soeparman dan Jalan Padi Unggul. Dari sore hari hingga malam hari terkesan tertutup dan sulit dilintasi kendaraan umum karena alih fungsi jalan buat kepentingan umum dijadikan pasar sementara masih ada areal dalam lokasi pasar yang kosong tapi tidak digunakan. Mereka cenderung berjejer menggunakan badan jalan hingga pemandangan terkesan semrawut.
Tokoh Masyarakat Desa Bumiayu, Pujianto S kepada BKM menyarankan untuk meminimalisir kemacetan kendaraan di Jalan Padi Unggul dan R Soeparman, diusulkan para penjual dipindahkan ke lokasi eks penggusuran rumah di pinggir ledeng sekitar pasar.
”Bila perlu dijadikan pasar permanen dimalam hari sebagai pasar malam sehingga berpotensi menjadi ciri khas yang bernilai tambah bagi Wonomulyo. Sekaligus fungsi jalan minimal jalan padi unggul bisa kembali beroperasi dan berfungsi secara optimal bagi pemakai kendaraan yang akan melintas dari berbagai arah,” ujar Pujianto.
Camat Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar, H Asrul Ambar, ketika didatangi untuk dikomfirmasi, salah seorang stafnya berpakaian seragam Satpol PP mengatakan pak Camat sementara tidak ditempat, lagi keluar. (*)

