KETUA DPW PKS Sulsle Amri Arsyid mengemuakan bila mayoritas partai politik cenderung mengusulkan kader menjelang pemilihan kepala daerah.
Namun PKS kata dia tak akan menganut sistem tersebut. Melainkan akan melakukan polesan sejak dini untuk membentuk karakter calon pemimpin.
“Sering sekali seleksi dilakukan di ujung tanduk. Jadi kita tahun 2022 akan memunculkan calon-calon kepala daerah. Jadi siapapun akan kita usung selama memiliki prestasi dan makanya kami harapkan silaturahmi ini,”jelas Amri Arsyid.
Sementara itu Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras menyampaikan pihaknya membuka ruang kepada PKS dan partai manapun untuk berkoalisi. Sebab di Sulsel untuk maju Pilgub 2024, tak ada partai yang bisa mengusung tunggal.
Di DPRD Sulsel, Gerindra mengontrol 11 kursi sedang PKS mangantongi delapan kursi. Hasil koalisi kedua partai ini akan menghasilkan 19 kursi.
Jumlah tersebut sudah cukup mengusung pasangan calon di Pilgub Sulsel 2024. Sebab syarat minimalnya hanya 17 kursi. “Jadi memang harus berkoalisi dua partai. Seperti Gerindra, PKS untuk mencukupkan usungan pasangan calon,”ucap Andi Iwan.
Anggota DPR RI dua periode ini menjelaskan, rencana koalisi ini bisa saja terjadi. Apalagi hubungan Gerindra dan PKS di DPP sangat baik. Kedua partai ini pernah bekerja sama di Pilpres 2014 dan 2019 lalu.
“Kalau bersama PKS saja kita sudah bisa memenuhi kuota. Baik untuk kebutuhan mengusung baik di Provinsi, baik itu kabupaten/kota di Sulsel dan ini bisa kita kembangkan,”pungkasnya. (rif)

