ENREKANG, BKM–Kader Partai Golkar Luwu Utara menginginkan agar musyawarah daerah (musda) berlangsung adil.
Manufer plt ketua DPD II Golkar Luwu Utara Arifin Junaedi (Arjuna) jelang musda dinilai telah merusak tatanan partai, kader pun meminta Arjuna mundur sebagai plt ketua.
Kepala BSN Partai Golkar Luwu Utara, Haeruddin Kasim menegaskan bila musda Golkar Luwu Utara harus berlangsung dengan adil tanpa dicederai dengan gerakan yang justru merusak tatanan dan melabrak aturan partai.
“Sebenarnya tidak bagus bagi kader dipertontonkan perilaku plt Ketua, yang tugas utamanya melaksanakan musda, malah melabrak aturan partai karena ambisi pribadi menjadi ketua defenitif,”ujar Haeruddin. Senin (31/5)
Dia mengungkapkan, jika plt Ketua Golkar Luwu Utara Arifin Junaedi sudah sering melakukan hal yang dinilai tak etis, dan mengabaikan mekanisme internal partai.
“Arjuna mengeluarkan pernyataan tidak menginginkan intervensi DPD I soal musda Luwu Utara, itu pernyataan konyol. Dia pengurus DPD I, jabatannya sebagai plt Ketua itu penugasan dari DPD I. Kehadirannya di Golkar Lutra sesungguhnya sudah bentuk intervensi,” tegas Heruddin.
Menurutnya, dengan jabatan Plt Ketua yang diberikan DPD I, Pak Arifin sudah leluasa mengutak atik pemilik suara musda, mengganti seluruh pincam yang dianggap tidak mendukung niatnya untuk maju di musda. Ini membuat internal kita jadi gaduh,” sambung pria yang akrap disapa Baso itu.
Dengan jabatan plt, Arjuna menyingkirkan pengurus DPD II yang dianggap tidak sejalan dengan membentuk Plt pengurus yang tidak ada dasar aturannya.
“Itu bentuk intervensi yang sangat nyata, mengkondisikan musda untuk diri sendiri. Lalu dengan lantang melontarkan pernyataan di media meminta DPD I tidak mengintervesi musda. Itu kan lucu, dia tidak tahu diri kalau dia juga pengurus DPD I,” ungkap Haeruddin.
“Jadi kalau memang Pak Arifin mau melihat musda yang murni dan fair, beliau harus mundur dari jabatan Plt ketua. Silahkan bertarung hanya sebagai calon kalau anda memang petarung. Jangan jadi pemain sekaligus wasit, tidak baik untuk partai,” tutup Haruddin.
Di Enrekang, sejumlah pimpinan kecamatan (pincam) tetap menginginkan agar Muslimin Bando (MB) kembali terpilih sebagai ketua DPD II.
Koordinator tim pengarah musda Ismail Djafar memberikan gambaran pila surat dukungan untuk MB semuanya telah diterima.
Dukungan 12 pincam semuanya menginginkan agar BM kembali terpilih. “Sebagian besar kader Golkar masing menginginkan agar H Muslimin Bando kembali menjadi ketua Golkar Enrekang.Hal itu dibuktikan dengan adanya dukungan dari semua pimpinan kecamatan . Mereka sepakat semua mengusung kembali pak MB jadi ketua Golkar,” ujar Ismail.
Hingga menjelang musda, baru satu calon yang akan memimpin partai berlambang pohon beringin rindang di Enrekang yakni MB.
“Jujur saja, baru pak Bupati (Enrekang) yang hubungi saya ingin maju di musda dan bagus kalau cuma satu pendaftar. Kalaupun akhirnya lebih dari satu calon itu tidak apa-apa,” kata Ismail. (suka/rif/c)

