MAKASSAR, BKM — Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa FSD UNM mengadakan workshop batik dalam kegiatan pameran seni rupa bertajuk Selang Imaji, Art Exhibition and Workshop, di Rumata Art Space, Sabtu (12/5/2021).
Kegiatan ini mengajak untuk mengenal tentang batik tulis dan batik cap yang belum banyak mengetahuinya tekniknya. Workshop dipanduk Fantri Pribadi, salah satu seniman batik Indonesia.
Dalam proses kegiatan, para peserta workshop belajar bagaimana menghasilkan batik. Mulai dari membuat pola, mencanting hingga akhirnya bisa menghasilkan karya batik yang indah.

Selain itu, peserta juga mendapat edukasi tentang pengetahuan batik dan bagaimana menghasilkan batik bercita rasa lokal, khususnya di Sulawesi Selatan. Semua peserta sangat antusias mengikuti workshop, walau terbatas karena pandemi tapi tetap mematuhi protokol kesehatan.
Fantri Pribadi mengapresiasi pelaksanaan workshop ini. Menurutnya, worskhop seperti ini sangatlah menarik karena dapat memperkenalkan proses pembuatan batik, sehingga peserta dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadi wadah untuk memperkenalkan indahnya kebudayaan Sulawesi Selatan, khususnya Makassar dalam batik.

“Harapan ke depannya batik bisa makin berkembang seiring perkembangan budaya kain di Sulawesi Selatan, dan menjadi cara untuk memperkenalkan motif budaya lokal lewat batik sebagai identitas kita,” ujarnya.
Selain workshop membatik, kegiatan pameran Selang Imaji ini juga diisi dengan beberapa kegiatan kesenian lainnya, seperti performance art, webinar kesenian dan menggambar bersama.
Galang Mario sebagai kurator dan salah satu penyelenggara kegiatan, mengatakan bahwa di tengah kondisi pandemi covid-19, mahasiswa seni rupa FSD UNM yang penuh semangat tetap menghidupkan kegiatan kesenian. ”Semoga ini dapat menginspirasi kita agar bisa lebih produktif lagi, salah satunya adalah dengan berpameran.
Harapannya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat,” ujar Galang. (rls)

