BARRU, BKM — Pembangunan kawasan industri Barru menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kini memiliki dua andalan pusat pelayanan. Kedua pusat pelayanan tersebut, yaitu Kawasan Pelabuhan Garongkong dan Mal Pelayanan Publik (MPP).
Konsep pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) inilah yang dikupas tuntas Bupati Barru H Suardi Saleh didampingi Sekkab Abustan AB dengan pengamat Ekonomi Anas Anwar sebagai narasumber melalui virtual live YouTube RRI dari MPP Masiga Barru, Selasa (22/6).
Bupati Barru Suardi Saleh menjelaskan, adanya MPP menjadi pusat pelayanan administrasi dengan 22 layanan. Ini untuk mempermudah para investor untuk berinvestasi di Barru.
Suardi mengatakan, berdasarkan Perda Provinsi Sulsel Nomor 9 Tahun 2009 tentang RT RW Provinsi Sulsel Tahun 2009. Kabupaten Barru ditetapkan sebagai KEK.
Menurut Bupati, letaknya starategis, karena Kawasan Industri Barru disebut juga KEK Barru di era Kawasan Pelabuhan Garongkong.
Suardi mengurai letak geografis Barru berada dipesisir barat berbatasan selat Makassar dan masuk dalam Koridor Ekonomi (KE), master plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 yang merupakan pusat produksi dan Pengolahan hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan nasional. Dilalui Jalur jalan Nasional dan rel Kereta Api (KA) Trans Sulawesi.
“Target saya para investor melakukan kegiatannya untuk menyerap tenaga kerja lokal ,” ucap Suardi. (udi/C)

